JAKARTA (Jatengdaily.com)- Setelah lepas dari Industri televisi, Herty Purba kini mencoba peruntungan di industri film nasional. Sebagai gebrakan, lewat Heart Pictures, Herty memproduksi film layar lebar bertajuk Tolong Saya dengan setting Korea Selatan (Korsel), Do Wa Ju Se Yo.
“Kenapa harus cerita nuansa Korea Selatan, karena nuansa cerita beririsan dengan cerita kita. Dan yang lebih penting cerita yang berbau Korea diburu penikmat film Indonesia,” ujar Herty Purba saat menjadi pembicara Festival Film Horor dengan mengusung tema # Film Horor Korea Tren Film Indonesia yang digelar di Pictum Cafe dan Resto Pasar Minggu, Jakarta (13/2/2026)
Ia mengatakan selama syuting di Korea, tim produksinya sangat didukung penuh pemerintah Korea dan komunitas warga Indonesia yang ada di negeri Ginseng itu.
“Selama menjalani syuting disana kami didukung penuh oleh pemerintah Korea dan komunitas warga Indonesia yang ada disana. Jadi jalannya syuting lancar aman ,” ujar wanita berdarah Batak ini sumringah.
Jadi jangan heran kalau kemudian industri film Korea sangat maju. Semua itu katanya, pemerintah Korea sangat mendukung ekosistem Industri Film.
“Karena pemerintah Korea mendukung industri film, jadi industri filmnya maju pesat mestinya pemerintah kita meniru Korea. Sehingga industri film kota tumbuh sehat dan film Indonesia bisa mendunia,” kata Herty berapi-api.
Karenanya, iapun tidak malu malu meniru tidak hanya cara membangun industri film tapi juga pola produksi.
“Saya banyak belajar tentang industri film dari sineas Korea dan cerita film Korea juga sedikit banyak berpengaruh terhadap industri produksi film perusahaan kami,” akunya serius.
Kedepan Heart Pictures tidak sekedar memproduksi cerita horor klasik tapi juga cerita Urban yang diminati pecinta film Indonesia.
“Cerita horor urban juga menarik untuk diproduksi, kedepan kami akan produksi cerita horor urban,” katanya.
Soal adanya gagasan penyelenggaraan Festival Film Horor dan Anugerah Film HOKI alias Horor dan Komedi oleh beberapa komunitas jurnalis.
“Kalau sampai terselenggara dan terwujud, tentu sangat bagus. Bisa menjadi penyeimbang festival lain. Saya sangat mendukung adanya Anugerah Film Horor dan Komedi yang digagas teman teman Wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia,” pungkasnya. Buyil-she


