By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Strategi Agustina Jaga Harga Pangan, 240 Operasi Pasar Murah Digelar hingga Akhir Ramadan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Strategi Agustina Jaga Harga Pangan, 240 Operasi Pasar Murah Digelar hingga Akhir Ramadan

Last updated: 6 Maret 2026 15:38 15:38
Jatengdaily.com
Published: 6 Maret 2026 15:38
Share
Melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Semarang Barat dan pasar pangan murah 'Pak Rahman' di Kecamatan Mijen, Jumat (6/3), Pemerintah Kota Semarang menargetkan pelaksanaan 240 operasi pasar hingga akhir Ramadan.Foto:dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menginstruksikan penguatan intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Semarang Barat dan pasar pangan murah ‘Pak Rahman’ di Kecamatan Mijen, Jumat (6/3), Pemerintah Kota Semarang menargetkan pelaksanaan 240 operasi pasar hingga akhir Ramadan.

Menurut Agustina, langkah masif ini dijalankan Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang bersama Satgas Pangan Kota Semarang dengan mengoptimalkan moda keliling “Pak Rahman atau Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman” dan “Kempling Semar”.

“Atas hasil koordinasi dengan Satgas Pangan, kami sepakat menambah jumlah operasi pasar yang selama ini dilakukan. Targetnya mencapai 240 titik hingga akhir bulan puasa ini. Armada kami bergerak setiap hari menyasar 3 sampai 4 lokasi untuk memastikan suplai bahan pangan langsung menjangkau masyarakat di tingkat bawah,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan GPM Serentak tersebut, data penyaluran menunjukkan pergerakan logistik yang sangat besar. Di Kecamatan Semarang Barat, sebanyak 1,5 ton beras SPHP, 3 ton beras medium, 300 kg bawang putih, serta ratusan kilogram komoditas seperti gula pasir, minyak goreng, dan telur ayam ras disalurkan dengan dukungan 23 mitra strategis.

Sementara di Kecamatan Mijen, pasokan serupa digelontorkan dengan tambahan stok protein yang lebih komplit.

“Tim Kempling Semar ini bekerja sangat presisi. Di Mijen stoknya lebih lengkap karena permintaan warga akan daging dan ayam cukup tinggi. Berbeda dengan di Semarang Barat yang lebih fokus ke kebutuhan pokok dasar. Jarang sekali mereka membawa pulang barang sisa, semuanya habis terserap karena tim kami paham betul karakteristik kebutuhan warga di tiap titik,” ungkapnya.

Intervensi yang konsisten ini mulai menunjukkan dampak nyata pada harga komoditas hortikultura di pasar tradisional. Wali Kota memaparkan bahwa harga cabai yang sempat melambung di angka Rp95.000 hingga Rp100.000 per kilogram, kini berhasil ditekan ke level Rp75.000 per kilogram melalui strategi potong jalur distribusi langsung ke produsen.

“Harapan kami ini terus dilakukan sehingga harga sembakonya stabil. Fluktuasi harga yang mempengaruhi inflasi di kota Semarang itu terjadi sepanjang tahun, bukan hanya jelang Lebaran. Maka dari itu, Satgas Pangan tidak pernah berhenti bergerak. Kami ingin masyarakat merasa tenang karena pemerintah hadir mengawal ketersediaan barang di pasar,” imbuhnya.

Agustina menegaskan bahwa keberhasilan menekan angka inflasi hingga 2,1 persen di akhir tahun lalu menjadi motivasi untuk terus menjaga daya beli masyarakat. Dia berharap ekosistem pangan yang sehat ini dapat terus terjaga sehingga warga dapat merayakan hari raya dengan penuh kenyamanan tanpa terbebani lonjakan harga.

“Masa depan kesejahteraan warga salah satunya ditentukan dari keterjangkauan pangan. Tugas kami adalah memastikan akses pangan terbuka lebar dan harganya terukur bagi seluruh lapisan masyarakat Semarang,” pungkas Agustina. St

You Might Also Like

Seniman Kini Bebas Berekspresi Pascapandemi
Ismaya Group Buka Gerai Kitchenette di Semarang, Tawarkan Hidangan ala Western
Sidak Bersama Disdag Kota Semarang, Pertamina Temukan 4 Usaha Laundry Gunakan LPG 3 Kg
1.667 Anggota Polri Bakal Pindah ke IKN untuk Tahap Pertama
Di Loji Gandrung, Ahok dan Gibran Bernostalgia dan Bahas Leadership
TAGGED:240 Operasi Pasar MurahDigelar hingga Akhir RamadanJaga Harga PanganStrategi Agustina
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?