DEMAK (Jatengdaily.com)– Di tengah keterbatasan anggaran, Kabupaten Demak tak kehabisan cara untuk terus mencetak atlet berprestasi. Pemerintah daerah bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) memilih memperkuat kolaborasi lintas sektor sebagai kunci menjaga pembinaan tetap berjalan dan berkembang.
Bupati Demak, dr. Hj. Eisti’anah, SE, menekankan, ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) menjadi momentum penting dalam menjaring talenta muda. Ia menyebut, potensi atlet di Demak sangat besar dan perlu terus diasah sejak usia sekolah. “Melalui Popda, kami ingin menjaring bibit unggul atlet muda yang berkualitas. Demak punya banyak potensi,” ujarnya.
Pembinaan atlet, kata Eisti’anah, tidak bisa dilakukan secara instan. Prosesnya harus dimulai dari bawah, khususnya dari lingkungan pendidikan. Dengan cara ini, diharapkan muncul regenerasi atlet yang berkelanjutan dan siap bersaing di tingkat lebih tinggi.
Meski begitu, tantangan terbesar tetap pada keterbatasan anggaran. Dunia olahraga membutuhkan dukungan dana yang besar, sementara sumber pembiayaan tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. “Olahraga itu butuh biaya besar, tidak cukup jika hanya bergantung pada satu atau dua sponsor saja,” tegasnya, Selasa (05/05/2026).
Sebagai solusi, Pemkab Demak menggandeng berbagai pihak, termasuk sektor swasta, melalui konsep “bapak asuh” dan “ibu asuh” untuk cabang olahraga. Dukungan ini dinilai mampu menjadi suntikan semangat sekaligus membantu keberlangsungan pembinaan. “Kami terus menjalin komunikasi dengan swasta agar bisa ikut berkontribusi dalam pengembangan olahraga,” tambahnya.
Selain itu, menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026, perhatian terhadap atlet semakin ditingkatkan. Salah satunya melalui pemberian reward setiap tahun sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi. “Reward bagi atlet penting agar mereka semakin terpacu untuk berprestasi,” jelas Eisti’anah.
Pada saat sama, Ketua KONI Demak, Suryo Hadi Wibowo, mengungkapkan, pihaknya aktif melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, organisasi, hingga pihak swasta. Ia menegaskan, sinergi menjadi kunci utama di tengah kondisi efisiensi anggaran saat ini. “Olahraga tidak bisa berjalan sendiri, harus bersama-sama. Kolaborasi itu mutlak,” katanya.
Suryo juga menyebut beberapa cabang olahraga unggulan seperti atletik, dayung, takraw, panahan, gulat, dan tarung derajat terus menunjukkan capaian positif. Namun, pihaknya tetap membuka ruang pembinaan untuk semua cabang olahraga sesuai klasifikasi, baik dari sisi prestasi, popularitas, maupun potensi. “Kami tetap memberi perhatian ke semua cabor, karena masing-masing punya peluang untuk berkembang,” pungkasnya. rie-she

