SEMARANG (Jatengdaily.com)— Program Studi Informasi dan Humas, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip) sukses menyelenggarakan Kuliah Dosen Tamu Dalam Negeri bertema “Transformasi Praktik Public Relations di Era Digital” pada Kamis, 21 Mei 2026, pukul 08.00 WIB secara daring melalui platform Zoom Meeting.
Kegiatan ini terdiri dari dua sesi. Sesi pertama menghadirkan narasumber Asep Soegiarto, M.Si. selaku dosen Universitas Negeri Jakarta. Sesi ini dimoderatori oleh Adelinta Pristia Defi, M.I.Kom. Pada sesi kedua, kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Rahmi Setiawati, S.Sos., M.Si. selaku dosen Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia. Sesi ini dimoderatori oleh Marlina Mutiara Dewi, M.I.Kom.
Dalam paparannya, Asep Soegiarto menjelaskan mengenai Influencer Relations & Partnership Management di Era Digital. Menurutnya, perkembangan media digital telah mengubah praktik Public Relations, khususnya dalam membangun hubungan emosional dengan audiens melalui influencer dan media sosial. Ia juga menekankan bahwa Public Relations saat ini harus mampu beradaptasi secara cepat dengan perkembangan media digital.
“Di era digital, kecepatan respon menjadi salah satu kunci keberhasilan Public Relations,” ujar Asep Soegiarto. Ia juga menambahkan bahwa Public Relations tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga membangun hubungan dengan publik melalui komunikasi yang relevan dan autentik.
Selain itu, Asep Soegiarto turut membahas pentingnya memahami karakteristik influencer, engagement rate, serta strategi memilih influencer melalui pendekatan Relevance, Reach, Resonance, dan Reputation. Ia juga menjelaskan bahwa platform seperti TikTok kini menjadi media yang efektif dalam strategi komunikasi digital karena mampu membangun interaksi yang luas dan cepat.
Sementara itu, Dr. Rahmi Setiawati menjelaskan tantangan organisasi dalam membangun citra positif di tengah perkembangan media online dan perubahan perilaku publik di era digital. Ia menekankan pentingnya pengelolaan opini publik, jejak digital, serta kemampuan organisasi dalam membangun komunikasi dua arah dengan khalayak.
Menurutnya, konten yang komunikatif dan emosional menjadi salah satu kunci keberhasilan strategi PR digital saat ini.
“Bahasa media sosial bukan lagi bahasa korporat, tetapi bahasa yang lebih dekat dan membangun hubungan dengan publik,” jelas Dr. Rahmi Setiawati.
Ia juga menjelaskan bahwa praktisi PR perlu memahami media digital secara lebih luas, termasuk pemanfaatan media sosial, podcast, hingga digital press release sebagai bagian dari strategi komunikasi modern.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi tanya jawab yang diikuti antusias oleh peserta. Pada sesi pertama, peserta aktif berdiskusi mengenai influencer relations dan kredibilitas media digital. Sementara pada sesi kedua, diskusi membahas efektivitas strategi digital PR, algoritma media sosial, hingga pentingnya membangun human angle dalam sebuah konten.
Sekretaris Program Studi Informasi dan Humas, Jazimatul Husna, S.IP., M.IP., menuturkan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu memperluas wawasan mahasiswa dalam menghadapi perkembangan komunikasi digital yang terus berkembang. Menurutnya, mahasiswa humas perlu menjadi insan yang adaptif, kreatif, dan mampu memahami tantangan praktik Public Relations di era digital.
Ketua Pelaksana, Nisrina Laila Nabila, S.I.Kom., M.I.Kom., menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran dan diskusi bagi mahasiswa terkait transformasi praktik komunikasi modern.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa dapat memahami perkembangan Public Relations digital serta mampu mengembangkan strategi komunikasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” ujarnya. she

