Merapi Erupsi ke-13 Sejak September 2019

Gunung Merapi kembali erupsi pada Jumat pagi. Foto: dok. BPPTKG

BOYOLALI (Jatengdaily.com) – Gunung Merapi kembali erupsi Jumat (10/4/2020) pukul 09.10 WIB yang tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 103 detik. Teramati asap berwarna kelabu dengan tinggi kolom erupsi 3000 meter di atas puncak.

Melaluii akun twitternya BPPTKG menyebutkan, letusan-letusan abu ini sudah terjadi 13 kali sejak September 2019 yang menandai intrusi magma baru. Dampak lontarannya berada di sekitar puncak sehingga tidak membahayakan manusia di luar radius 3 km dari puncak Merapi.

Disebutkan pula, saat ini kubah lava dalam kondisi stabil, kemudian tingkat aktivitas Waspada (Level II). “Potensi bahaya berupa awanpanas dari runtuhnya kubah lava dan lontaran material vulkanik dari letusan eksplosif.”

Sedangkan melalui laman BPPTKG, masyarakat diminta agar mengantisipasi bahaya abu vulkanik jika terjadi hujan abu. Disebutkan, berdasarkan WHO, sampai saat ini belum ada bukti bahwa abu vulkanik bisa menghancurkan/mematikan virus COVID-19. Abu vulkanik dapat membahayakan masalah kesehatan yaitu masalah pernapasan, masalah mata, iritasi kulit, iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, penyakit seperti bronkitis, dan ketidak-nyamanan saat bernapas.

Oleh karena itu, protokol pencegahan penyebaran COVID-19 harus tetap dilakukan. Tetap ikuti arahan pemerintah tentang tatacara pencegahan penyebaran COVID-19 ini.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak panik, dan beraktivitas seperti biasa. Selalu ikuti informasi dari sumber yang terpercaya. Informasi aktivitas G. Merapi dapat diakses melalui radio komunikasi, telepon, media sosial BPPTKG, dan aplikasi MAGMA Indonesia. yds

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here