BANDUNGAN (Jatengdaily.com) – Profesor Dr. KH. Noor Ahmad, MA. secara resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah periode 2026–2031.
Keputusan tersebut ditetapkan dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI MUI Jateng yang berlangsung khidmat di Hotel Wahid, Bandungan, pada 10–11 Juni 2026.
Dalam sambutan pertamanya sebagai Ketua Umum terpilih, Prof. Noor Ahmad menyampaikan rasa terima kasih sekaligus takzim atas amanah besar yang dijatuhkan kepadanya.
“Terima kasih, karena ini adalah perintah langsung dari Kiai Darodji dan seluruh peserta Musda. Ke depan, tantangan yang dihadapi MUI tidaklah ringan, maka dari itu sangat diperlukan dukungan dari semua pihak,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya soliditas di tubuh organisasi ulama tersebut. Menurutnya, perkembangan Islam di Indonesia saat ini menghadapi dinamika dan tantangan yang kompleks, sehingga membutuhkan kekuatan bersama untuk mengawalnya.
“Kita harus merapatkan barisan. Perlu banyak kolaborasi dan kerja sama dari berbagai elemen untuk menjalankan roda organisasi MUI Jateng ke depan,” tambah pria yang juga dikenal luas di kancah nasional tersebut.
Estafet Kepemimpinan dari Tokoh Senior
Di sisi lain, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jateng terpilih, Dr. KH. Ahmad Darodji, M.Si., memberikan testimoni sekaligus wejangan emosional dalam momen pergantian estafet kepemimpinan ini.
Kiai Darodji menceritakan betapa besarnya peran MUI dalam perjalanan hidup dan karier politiknya.
“Saya mendapat modal yang sangat banyak sekali di organisasi ini. Sejak tahun 1988 saya sudah masuk MUI. Karena dibesarkan oleh MUI-lah, saya bisa menjadi anggota DPRD Jateng hingga DPR-RI,” kenang Kiai Darodji, yang tercatat telah mengemban amanah sebagai Ketua Umum MUI beberapa kali.
Kiai Darodji mengaku sangat optimis bahwa di bawah nakhoda baru, MUI Jawa Tengah akan bergerak lebih maju. Ia berpesan kepada seluruh pengurus dan kader untuk tidak berkecil hati (nglokro).
Menariknya, Kiai Darodji sempat menyinggung kedekatan emosionalnya dengan Prof. Noor Ahmad, terutama saat juniornya itu sukses membesarkan BAZNAS hingga ke tingkat nasional.
“Sehingga saat beliau dilepas oleh Pak Prabowo dari jabatan Ketua BAZNAS RI, saya ikut *nggregel* (terharu/sedih). Namun insyaallah, melihat rekam jejak Pak Noor Ahmad yang kaya pengalaman, MUI setelah masa jabatan saya ini akan berubah menjadi jauh lebih baik,” ungkap Kiai Darodji optimis.
Acara Musda XI MUI Jateng ini ditutup dengan penuh kehangatan. Seluruh panitia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran acara.
Momen penutupan pun ditandai dengan aksi saling bersalaman dan bermaaf-maafan di antara para kiai, ulama, dan peserta musda, menyimbolkan semangat baru yang solid demi kemaslahatan umat di Jawa Tengah. St

