DEMAK (Jatengdaily.com)– Kesal karena jalan rusak tak kunjung diperbaiki dan kerap memakan korban, warga Desa Sayung akhirnya turun tangan. Tanpa menunggu bantuan datang, mereka memperbaiki jalan utama desa secara swadaya dengan dana yang dikumpulkan dari kotak amal pengguna jalan.
Jalan yang menjadi penghubung antar desa di Kecamatan Sayung hingga menuju wilayah Semarang itu memang sudah lama rusak. Sering terendam banjir, permukaannya menjadi licin dan berlubang. Kondisi ini membuat pengendara sepeda motor kerap terjatuh, terutama saat musim hujan tiba.
Salah seorang warga, Halim, menuturkan bahwa kerusakan jalan sebenarnya sudah lama dikeluhkan masyarakat. Namun karena tak kunjung ada perbaikan menyeluruh, warga sepakat bergerak bersama menggalang dana secara mandiri.
“Jalan ini sudah lama rusak karena tergenang banjir. Akibatnya motor sering mogok dan banyak pengguna jalan jatuh. Karena itu, kami berinisiatif menggalang dana dari swadaya pengguna jalan untuk pengurukan,” ujarnya, Rabu (25/02/2026).
Penggalangan dana dimulai sejak Oktober 2025, saat intensitas hujan tinggi memperparah genangan di badan jalan. Warga menaruh kotak amal di tepi jalan dan meminta partisipasi sukarela dari para pengguna yang melintas. Dari situlah dana sedikit demi sedikit terkumpul untuk membeli material.
Menurut Halim, jalan tersebut memiliki peran vital bagi masyarakat. Selain menjadi akses utama menuju sekolah, jalur itu juga menjadi nadi ekonomi warga yang hendak ke pasar maupun ke tempat kerja. “Kalau jalan ini rusak, aktivitas warga ikut terhambat. Anak-anak sekolah juga kasihan,” katanya.
Tahap awal perbaikan dilakukan dengan pengurukan menggunakan material padas. Namun warga menilai langkah itu belum cukup memberikan rasa aman. Permukaan jalan yang belum rata masih berisiko bagi pengendara. Karena itu, pada Januari 2026, warga melanjutkan dengan pengecoran jalan.
“Pengecoran ini murni dari swadaya pengguna jalan, tidak dari mana pun. Karena kalau hanya diuruk, pengguna jalan belum merasa aman,” tegas Halim.
Hingga kini, dari total 300 meter jalan yang rusak, sekitar 200 meter telah selesai dicor. Sisanya sepanjang 100 meter direncanakan menyusul pada tahap kedua. Warga berharap, perbaikan ini bisa menjadi solusi sementara demi keselamatan bersama. Sembari menanti penanganan infrastruktur yang lebih menyeluruh dari pemerintah.
“Kami sadar pemerintah desa juga menghadapi banyak persoalan karena banjir melanda hampir seluruh wilayah. Makanya kami berinisiatif melakukan penggalangan dana swadaya ini,” tutup Halim. rie-she


