Pemkot Semarang Genjot Peremajaan Pompa dan Pengerukan Kolam Retensi

4 Min Read
Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang kini bergerak serentak: memperbarui sistem pompa dan memperdalam kolam retensi di berbagai titik strategis — upaya besar untuk memastikan air tak lagi menenggelamkan harapan warga. Foto:dok
Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang kini bergerak serentak: memperbarui sistem pompa dan memperdalam kolam retensi di berbagai titik strategis — upaya besar untuk memastikan air tak lagi menenggelamkan harapan warga. Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) — Langit Semarang mungkin tampak cerah hari ini, tetapi di baliknya, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tengah berpacu dengan waktu. Ancaman banjir yang kerap menghantui wilayah pesisir seperti Genuksari, Trimulyo, dan Gebanganom membuat langkah cepat menjadi keharusan. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang kini bergerak serentak: memperbarui sistem pompa dan memperdalam kolam retensi di berbagai titik strategis — upaya besar untuk memastikan air tak lagi menenggelamkan harapan warga.

Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, menjelaskan bahwa peremajaan pompa di Rumah Pompa Tenggang telah menunjukkan hasil nyata. Dari enam unit pompa berkapasitas 2.000 liter per detik (LPS), tiga di antaranya sudah beroperasi penuh, sementara tiga lainnya dalam proses pemasangan.

“Total nanti semuanya enam pompa dengan kapasitas 2.000 LPS per unit. Tiga sudah terpasang, tiga lainnya masih proses, tetapi sebagian masih bisa dioperasikan. Jadi total kapasitas nantinya mencapai 12.000 LPS,” ujar Suwarto, Selasa (11/11).

Suara mesin pompa yang bergemuruh di kawasan Tenggang kini menjadi simbol optimisme baru. Bukan hanya di sana, DPU juga mengerjakan peremajaan pompa di Rumah Pompa Sringin, tempat empat dari lima unit pompa telah selesai diganti. Satu unit tersisa ditargetkan tuntas dalam waktu dekat.“Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada November 2025,” katanya mantap.

Namun, perang melawan banjir tak berhenti di peremajaan pompa. Kolam retensi Muktiharjo — yang selama ini menjadi penampung utama air hujan dan limpasan sungai — juga disiapkan untuk dikeruk pada tahun 2026. Langkah ini dilakukan agar daya tampung air tetap maksimal.

“Kami akan lakukan pengerukan sedimen agar kapasitas retensi tidak berkurang. Ini bagian dari strategi jangka panjang kami menjaga sistem pengendalian banjir,” jelas Suwarto.

Sementara itu, dua titik lain yakni Rumah Pompa Waru dan Muktiharjo Kidul juga tengah dibenahi. Beberapa unit lama yang sempat rusak kini sudah bisa kembali beroperasi sementara, sambil menunggu penggantian permanen.

“Di Waru dan Muktiharjo Kidul kapasitasnya juga akan disamakan, masing-masing dua unit dengan kapasitas 2.000 LPS. Ada yang sudah bisa operasi sementara, sambil menunggu unit baru datang,” tambahnya.

Upaya massif ini tak berjalan sendiri. Dukungan datang dari pemerintah pusat, yang menegaskan komitmen terhadap penanganan banjir di wilayah Pantura. Wakil Menteri PUPR, Diana Kusumastuti, saat meninjau langsung rumah pompa di kawasan Tenggang, Sringin, Unissula, dan Terboyo pada Sabtu (8/11), menyampaikan bahwa sistem pengendali air di Semarang akan dibangun secara terpadu.

“Kita sedang menyiapkan rumah pompa dan sistem pengendali air yang komprehensif. Harapannya, seluruh pekerjaan bisa selesai pada akhir tahun ini agar penanganan banjir semakin efektif,” ujar Diana.

Ia menegaskan, integrasi sistem pompa merupakan kunci utama mengakhiri kisah lama Semarang dengan banjir yang datang setiap musim hujan. “Kami berharap dengan sistem ini, persoalan banjir di Semarang bisa teratasi secara menyeluruh,” pungkasnya.

Kini, di balik deru alat berat dan gemuruh mesin pompa yang terus bekerja siang dan malam, tersimpan satu tekad: menjaga Semarang tetap kering, aman, dan siap menghadapi musim hujan tanpa cemas. Sebuah perjuangan sunyi, tapi menentukan — demi kota yang tak lagi kalah oleh air. St

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.