
SEMARANG (Jatengdaily.com) — Suasana hangat dan penuh energi memenuhi halaman Kantor Perwakilan BKKBN Jawa Tengah di Jalan Pemuda, Jumat (14/11/2025), ketika ratusan peserta ayah dan anak berkumpul untuk mengikuti Ngopi Nasional (Ngobrol Perkara GATI) Ayah Bareng Anak, bagian dari implementasi Menu GATI dalam rangka memperingati Hari Ayah.
Pagi itu dibuka dengan senam bersama yang berlangsung meriah. Musik berirama cepat, tawa peserta, dan interaksi hangat antara ayah dan anak menciptakan suasana penuh kebersamaan.
Senam menjadi semakin hidup ketika Plt Kepala Perwakilan BKKBN Jateng, Brigjen Pol Hery Wiyanto, SH, memberikan apresiasi berupa uang tunai kepada peserta yang menunjukkan semangat paling tinggi. Tepuk tangan dan sorak gembira pun memenuhi lapangan.
Dalam sambutannya, Brigjen Hery menegaskan bahwa peringatan Hari Ayah bukan hanya seremonial, tetapi momentum untuk mengingat kembali pentingnya keteladanan ayah dalam membentuk karakter anak.
“Gunakan HP seperlunya. Jadikan itu alat untuk memantau perkembangan anak, bukan memisahkan kita dari mereka,” ujarnya, mengingatkan para ayah tentang pentingnya kehadiran yang nyata dalam pengasuhan.
Melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), BKKBN mendorong ayah agar lebih terlibat dalam membangun keluarga berkualitas.
Pesan itu dipertegas melalui penandatanganan kerja sama antara BKKBN Jateng dan BBPVP (Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas) Semarang, yang diharapkan mampu memperluas praktik penguatan keluarga dan menjadi contoh bagi daerah lain.
Dalam kesempatan itu, Brigjen Hery juga menyinggung amanat Pasal 47 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, yang menekankan pentingnya pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga.
Ia menguraikan, keluarga harus mampu menjalankan delapan fungsi keluarga—dari fungsi keagamaan hingga pembinaan lingkungan—untuk melahirkan generasi berkarakter kuat.
Namun, kenyataan sosial masih menunjukkan ketimpangan peran. Banyak ayah masih dipersepsikan hanya sebagai pencari nafkah, sementara ibu memikul sebagian besar tanggung jawab pengasuhan.
Kondisi ini berkontribusi pada tingginya fenomena fatherless. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan hanya 37,17% anak usia 0–5 tahun yang tumbuh dengan kehadiran kedua orang tua secara penuh.
Padahal, berbagai penelitian memperlihatkan betapa besar pengaruh ayah dalam masa tumbuh kembang anak—mulai dari pencegahan perilaku berisiko, peningkatan prestasi akademik, hingga pencegahan stunting. Riset Universitas Wiraraja (2021) pun menguatkan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan balita berdampak signifikan pada kesehatan anak.
Karena itu, GATI menjadi salah satu Quick Win BKKBN dalam mewujudkan keluarga berkualitas.
Tahun ini, peringatan Hari Ayah Nasional serentak diselenggarakan di Provinsi Bengkulu sebagai momentum kampanye keteladanan ayah.
BKKBN Jateng, kata Brigjen Hery, berkomitmen terus menyebarkan semangat GATI melalui berbagai program: sosialisasi di Kampung KB, pembinaan keluarga balita dan remaja, hingga pemberdayaan komunitas ayah di berbagai desa.
“Penguatan peran ayah bukan hanya urusan keluarga, tetapi urusan bangsa. Dari keluarga yang kuat lahir generasi yang unggul,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Brigjen Hery mengucapkan doa agar kegiatan membawa manfaat bagi keluarga Indonesia. Dengan suara lantang, ia membuka acara secara resmi.
“Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Ngopi Nasional: Ngobrol Perkara GATI Ayah Bareng Anak saya buka.”
Riuh tepuk tangan pun menyambut. Para ayah menggenggam tangan anak-anak mereka, melanjutkan rangkaian kegiatan dengan wajah cerah dan penuh harapan—sebuah momentum yang meneguhkan kembali peran ayah sebagai teladan dalam keluarga.St


