Akhiri Masa Jabatan, Rektor Untag Kukuhkan Satu Profesor Lagi

4 Min Read
Prof. Dr. Dra. Hikmah, S.E., M.Si., resmi dikukuhkan sebagai Profesor ke-20 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang.Foto:dok

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Grha Kebangsaan Untag Semarang pagi itu tak hanya dipenuhi dengan tepuk tangan kehormatan, tetapi juga getaran emosi yang pelan-pelan menghangatkan seisi ruangan.

Di hadapan sivitas akademika dan tamu undangan, Prof. Dr. Dra. Hikmah, S.E., M.Si., resmi dikukuhkan sebagai Profesor ke-20 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang.

Momen ini menjadi istimewa dan mengharukan, sebab pengukuhan tersebut sekaligus menjadi penanda akhir masa jabatan Rektor Untag, Prof. Dr. Drs. Suparno, M.Si., yang berakhir pada Desember 2025.

Bagi Untag, pengukuhan ini bukan sekadar penambahan gelar akademik, melainkan bab penting dalam perjalanan institusi. Prof. Hikmah, dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) dengan kepakaran Manajemen Keuangan, berdiri tegak di mimbar akademik, membawa kisah pengabdian, ketekunan, dan impian yang tumbuh dari kampus yang sama tempat ia dulu menimba ilmu sebagai mahasiswa.

Dalam pidato ilmiahnya yang berjudul “Peran Kepercayaan dan Kemudahan Sistem pada Kepatuhan Pajak dalam Perspektif Manajemen Keuangan”, ia menyampaikan orasi yang tajam namun membumi. Ia menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam menjaga transparansi penggunaan pajak sebagai fondasi utama membangun kepercayaan publik.

Menurutnya, kepercayaan bukanlah sesuatu yang lahir tiba-tiba, melainkan hasil dari konsistensi kebijakan dan keterbukaan informasi.

Ia juga menekankan perlunya peningkatan pelatihan dan pendampingan terhadap sistem perpajakan terbaru, Coretax, agar benar-benar ramah bagi pengguna. “Kemudahan sistem akan melahirkan kepatuhan yang tidak dipaksa,” tuturnya.

Lebih jauh, Prof. Hikmah mengajak setiap Wajib Pajak untuk menumbuhkan kesadaran bahwa kepatuhan pajak adalah bentuk tanggung jawab sosial—sebuah kontribusi nyata bagi keberlanjutan pembangunan bangsa.

Namun, puncak emosi justru hadir bukan pada deretan teori dan data, melainkan pada sebuah momen sederhana yang menyentuh hati. Tangis bahagia pecah ketika dua putra putri Prof. Hikmah maju ke depan, membacakan puisi untuk sang ibu. Kata demi kata mengalir lirih, memantulkan perjalanan panjang dari seorang ibu dan akademisi. Suasana aula Grha seketika larut dalam haru, mengikat seluruh tamu dalam keheningan.

Rektor Untag, Prof. Suparno, tak mampu menyembunyikan rasa lega dan harunya. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa pengukuhan Prof. Hikmah menjadi penutup yang indah bagi masa kepemimpinannya. “Target 20 profesor Untag Semarang akhirnya tercapai,” ujarnya dengan nada syukur.

Selama satu dekade memimpin, Prof. Suparno telah mengukuhkan belasan profesor dari berbagai kepakaran, memperkuat posisi Untag Semarang sebagai kampus unggul dengan sumber daya akademik yang mumpuni.

Kehangatan acara semakin lengkap dengan sambutan dari Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd. Dalam tutur katanya yang tenang namun penuh makna, ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada Untag Semarang atas konsistensinya dalam membangun budaya akademik yang kuat.

Ia menilai capaian tersebut bukan hasil kerja sesaat, melainkan buah dari komitmen jangka panjang pimpinan universitas dalam mendorong dosen untuk terus berkembang secara akademik dan profesional.

Menurutnya, keberhasilan Untag Semarang mencapai 20 profesor patut menjadi contoh bagi perguruan tinggi swasta lain dalam membangun ekosistem riset dan publikasi yang berkelanjutan.

Acara pengukuhan ditutup dengan doa dan pemberian ucapan selamat dari para tamu undangan, sivitas akademika, serta keluarga besar Prof. Hikmah. Satu per satu berjabat tangan, mengabadikan momen, dan berbagi senyum haru—seolah menegaskan bahwa pencapaian akademik tertinggi ini adalah hasil dari perjalanan panjang yang ditempuh bersama.

Bagi Prof. Hikmah, gelar profesor bukanlah garis akhir, melainkan amanah baru untuk terus berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan literasi keuangan, serta penguatan kesadaran publik akan pentingnya pajak bagi kemajuan bangsa. Sementara bagi Prof. Suparno, momen tersebut menjadi penutup yang bermakna. St

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.