SEMARANG (Jatengdaily.com)– Di tengah gelombang besar revolusi industri digital, Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI) Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip) mengambil langkah progresif dengan mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI) secara strategis dalam desain dan pengembangan kurikulumnya.
Di bawah kepemimpinan Ketua Program Studi TRKI, Dr. Mohamad Endy Julianto, AI tidak lagi diposisikan sebagai sekadar pelengkap, melainkan menjadi enabler utama dalam pembelajaran vokasi modern. Langkah ini dilakukan untuk menyiapkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap bersaing di industri masa depan.
“AI kini menjadi fondasi penting dalam kurikulum TRKI. Kurikulum kami dirancang adaptif, cerdas, dan responsif terhadap dinamika industri oleokimia, petrokimia, manufaktur, hingga energi industri yang bergerak dalam ekosistem data, otomasi, dan digitalisasi proses,” ujar Dr. Endy, Senin (19/1/2026).
Melalui kurikulum berbasis AI, mahasiswa TRKI tidak hanya mempelajari teori proses industri, tetapi juga menerapkan teknologi AI dalam simulasi proses, analisis data industri, optimasi operasi, predictive maintenance, hingga pengambilan keputusan berbasis data. Penerapan pembelajaran mencakup process simulation, digital twin, industrial analytics, hingga AI-assisted design yang relevan dengan kebutuhan industri modern.
Lebih lanjut, pendekatan outcome-based dan capability-based curriculum menjadi dasar pengembangan pembelajaran TRKI. Pemanfaatan AI memungkinkan pemetaan kompetensi mahasiswa secara presisi, perancangan pembelajaran yang personal dan adaptif, serta penguatan capaian profil lulusan.
“Dengan dukungan AI, kami memastikan ketercapaian profil lulusan yang selaras dengan standar internasional, termasuk Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE),” tambahnya.
Melalui lompatan kurikulum ini, Prodi TRKI SV Undip menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mengikuti arus transformasi digital, tetapi juga menjadi pelopor dalam pengembangan pendidikan vokasi berbasis teknologi cerdas di Indonesia. she
0



