Oleh: Alyf Rahman Yafi Amanullah
BAHASA Arab tidak hanya sekadar sebagai bahasa biasa. Selain digunakan untuk berkomunikasi masyarakat jazirah Arab, bahasa ini tentunya digunakan umat Islam dalam beribadah. Hampir keseluruhan ibadah umat Islam menggunakan bahasa Arab ini.
Mulai dari shalat, dzikir, doa, semua itu menggunakan bahasa Arab. Artinya dalam hal ini, bahasa Arab tidak hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga bahasa Arab dapat mempertebal keimanan kita, karena bahasa ini sudah dikenal sebagai bahasa Agama.
Bahasa Arab sebagai Bahasa Al-Quran
Bahasa Arab merupakan bahasa yang digunakan dalam kitab suci Al-Quran. Diturunkannya Al-Quran menggunakan bahasa Arab disebabkan Rasulullah dan kaumnya merupakan penutur Arab.
Artinya agar penyampaian wahyu dari Allah kepada Rasulullah dapat tersampaikan dengan baik, dan dapat dipahami oleh Rasulullah dan kaumnya. Hal inilah yang membuat bahasa Arab tidak hanya sebagai bahasa komunikasi, melainkan memiliki kedudukan yang istimewa dalam Islam.
Hal ini terbukti dari wahyu pertama Allah yang diturunkan kepada Rasulullah, yang tertuang dalam surat Al Alaq ayat 1-5. Penggunaan bahasa Arab dalam wahyu pertama ini menunjukkan bahwa seluruh wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah menggunakan bahasa yang sama.
Hal ini pula yang menguatkan bahwa Al-Quran hanya turun dengan bahasa Arab. Karena Rasulullah diutus pertama kali kepada bangsa Arab, maka wahyunya pula harus menggunakan bahasa yang dipahami mereka.
Bahasa Arab sebagai Bahasa Ibadah
Dalam Islam terdapat banyak macam ibadah dalam Islam, seperti sholat, berdzikir, berdoa. Dalam pelaksanaanya, semua itu tak lepas dari penggunaaan bahasa Arab dalam tata caranya.
Seperti contoh dalam shalat kita pakai bahasa Arab, berdzikir kita pakai bahasa Arab, dalam doa kita juga dianjurkan menggunakan bahasa Arab. Ini merupakan sebuah kedudukan bahasa Arab yang istimewa dalam islam.
Lalu mengapa dalam shalat kita menggunakan bahasa ArabKarena kita kembali lagi ke siapa yang memerintahkan dan kepada siapa yang diperintah. Allah memerintahkan kepada Rasulullah untuk sholat. Karena Rasulullah orang Arab, maka sholatpun menggunakan bahasa Arab.
Hal ini juga ditegaskan pada HR Bukhari no 443 “Sholatlah kalian sebagai mana kalian melihat Aku Sholat.” Artinya sholat itu menggunakan tuntunan yang diajarkan Rasulullah. Selain itu dalam sholat tentunya kita membaca Al Quran. Dan Al Quran hanya menggunakan bahasa Arab.
Bagaimana dengan dzikir. Ini juga sama halnya dengan sholat. Artinya Islam berpedoman pada apa yang diajarkan Rasulullah. Karena pasti semua yang diajarkan Rasulullah kepada umatnya itu pasti benar. Doa juga menggunakan bahasa Arab menjadi lebih mustajab. Karena dalam riwayatnya dijelaskan,
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ: آلم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ، وَلَامٌ حَرْفٌ، وَمِيمٌ حَرْفٌ
“Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan setiap kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan ‘Alif Lām Mīm’ itu satu huruf, tetapi ‘Alif’ satu huruf, ‘Lām’ satu huruf, dan ‘Mīm’ satu huruf.” (HR. at-Tirmidzi, no. 2910).
Bahasa Arab Sebagai Media Dakwah
Dalam dunia dakwah, pasti tak lepas dari banyaknya penggunaan bahasa Arab dalam media dakwah. Dakwah sendiri berasal dari kata Arab, yaitu da’a-yad’u-da’watan, yang maknanya memanggil, menyeru, mengajak.
Dakwah memiliki tujuan untuk mempengaruhi orang menuju ke-jalan yang baik. Sehingga dampak dari berdakwah ini yaitu akan membuat orang akan semakin giat beribadah tetap di jalan Allah, dan menjadi orang yang baik.
Ada bebebrapa implementasi bahasa Arab sebagai media dakwah. Yaitu penyampaian firman Allah menggunakan Al Quran. Pendakwah biasanya menjelaskan makna ayat yang disampaikan tersebut.
Lalu dalam berdakwah tak lepas dari penggunaan hadits nabi, sebagai pedoman selain Al Quran. Kemudian pelaku dakwah dapat berdakwah melalui ngaji, maupun belajar kitab. Semua ini tak lepas dari penggunaan bahasa arab sebagai media dakwah.
Bahasa Arab dalam Penyebaran Agama Islam Di Nusantara
Penyebaran agama Islam di Nusantara tak lepas dari penggunaan bahasa Arab sebagai media dakwahnya. Teori yang paling terkenal terkait masuknya islam yaitu teori Pedagang Gujarat dan teori Pedagang Arab. Para pedagang itu datang ke Nusantara tidak hanya untuk berdagang, namun juga mereka berdakwah menyebarkan agama Islam.
Dalam proses penyebaran tersebut, bahasa Arab turut berperan penting sebagai sarana dalam menyampaikan ajaran agama Islam.
Bahasa Arab digunakan dalam pengajaran dasar-dasar agama, seperti membaca Al-Qur’an, doa, serta ajaran-ajaran Islam lainnya. Selain itu, penggunaan huruf Arab juga berkembang di Nusantara, seperti dalam tulisan Arab Melayu atau Jawi.
Hal ini menunjukkan bahwa bahasa Arab tidak hanya berfungsi sebagai bahasa ibadah, tetapi juga sebagai media dakwah dalam menyebarkan ajaran Islam. Dengan demikian, bahasa Arab memiliki kontribusi yang besar dalam proses penyebaran Islam di Nusantara serta dalam membentuk pemahaman keagamaan masyarakat Muslim di Indonesia.
Dari pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa bahasa Arab memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam. Bahasa Arab tidak hanya digunakan sebagai bahasa dalam Al-Qur’an, tetapi juga menjadi bahasa dalam pelaksanaan ibadah serta sebagai media dalam menyampaikan dakwah.
Bahasa Arab juga memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam di Nusantara, sehingga umat Islam di Nusantara saat ini dapat beribadah sesuai tuntunan yang diajarkan.
Selain dikenal sebagai bahasa agama, bahasa Arab juga berfungsi sebagai bahasa persatuan umat Islam. Di manapun umat Islam berada, tata cara ibadah yang dilakukan tetap menggunakan bahasa yang sama, yaitu bahasa Arab.
Dengan memahami bahasa Arab, umat Islam dapat lebih mendalami ajaran agama serta memahami makna yang terkandung dalam Al-Qur’an dan hadis secara lebih baik.
Penulis adalah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Jatengdaily.com-St


