Dipo-SpiruTech Inovasi Pakan Fungsional Berbasis Spirulina, Perkuat Ketahanan Budidaya Udang Nasional

6 Min Read

SEMARANG (Jatengdaily.com)-  Tim peneliti dari Departemen Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Diponegoro (UNDIP), melaksanakan kegiatan pengembangan dan validasi teknologi Dipo-SpiruTech, sebuah inovasi pakan fungsional berbasis Spirulina platensis untuk budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei). Temuan ini selain memberikan solusi pakan impor yang murah juga diharap bisa menurunkan jumlah kematian udang pada sistem budidaya intensif yang masih sangat tinggi.

Kegiatan yang dilaksanakan sepanjang tahun 2026 ini merupakan bagian dari program hilirisasi hasil penelitian menuju peningkatan Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) dari level 6 menuju TKT 7 melalui uji operasional pada sistem budidaya intensif. Kegiatan berlangsung di laboratorium pakan alami FPIK UNDIP serta lokasi tambak budidaya udang intensif mitra penelitian (PT. Ghana Utamadi Dhuniara). Penelitian dipimpin oleh Dr. Diana Chilmawati, S.Pi., M.Si. bersama tim multidisiplin yang terdiri atas Prof. Dr. Ir. Dedi Jusadi, M.Sc., Prof. Dr. Ir. Nyoman Widiasa, S.T., M.T., Ir. Suminto, M.Sc., Ph.D., Pranata Candra Perdana Putra, S.Pi., M.Ling., Dr. Asep Ridwanudin, S.Pi., M.Sc.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap tantangan global yang dihadapi sektor budidaya udang, terutama meningkatnya tekanan akibat perubahan iklim yang memicu fluktuasi suhu, salinitas, dan kualitas air, sehingga memperbesar risiko serangan penyakit seperti Vibrio spp., Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND), dan Infectious Myonecrosis Virus (IMNV). Kondisi tersebut menyebabkan tingkat kematian udang pada sistem budidaya intensif masih sangat tinggi dan berdampak pada penurunan produktivitas nasional.

Di sisi lain, industri pakan Indonesia masih bergantung pada bahan baku impor yang menyebabkan biaya produksi semakin tinggi. Berangkat dari permasalahan tersebut, tim peneliti UNDIP mengembangkan Dipo-SpiruTech sebagai pakan fungsional berbasis biomassa Spirulina platensis murni dan tepung fikosianin hasil penelitian berkelanjutan yang telah menghasilkan teknologi pencucian sel berpaten serta berbagai inovasi kultur mikroalga.

Tahapan penelitian dilakukan secara sistematis mulai dari produksi biomassa Spirulina berkualitas tinggi, formulasi pakan Dipo-SpiruTech dengan berbagai dosis penambahan spirulina, pengujian laboratorium, hingga implementasi pada sistem budidaya intensif.

Selama penelitian dilakukan pemantauan terhadap parameter pertumbuhan seperti bobot, panjang, Specific Growth Rate (SGR), Feed Conversion Ratio (FCR), dan Survival Rate (SR). Selain itu, dilakukan pula analisis fisiologis dan imunologis meliputi Total Hemocyte Count (THC), Differential Hemocyte Count (DHC), aktivitas phenoloxidase, serta evaluasi kualitas air yang mencakup suhu, salinitas, oksigen terlarut, pH, amonia, nitrit, dan alkalinitas. Seluruh data tersebut menjadi dasar ilmiah untuk memastikan bahwa peningkatan performa udang benar-benar berasal dari efektivitas pakan fungsional yang dikembangkan.

Ketua tim peneliti, Dr. Diana Chilmawati, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa penelitian ini merupakan tahapan penting dalam proses hilirisasi hasil riset yang telah dikembangkan selama beberapa tahun terakhir.
“Dipo-SpiruTech bukan sekadar produk pakan, tetapi merupakan platform inovasi berbasis sumber daya hayati lokal yang dirancang untuk meningkatkan ketahanan budidaya udang Indonesia. Kami ingin membuktikan bahwa biomassa Spirulina berkualitas tinggi yang dikembangkan di UNDIP mampu meningkatkan imunitas, mempertahankan tingkat kelangsungan hidup udang, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor. Melalui validasi pada skala tambak, kami berharap teknologi ini dapat segera memasuki tahap komersialisasi dan memberikan manfaat nyata bagi pembudidaya,” ujar Dr. Diana.

Anggota tim peneliti, Pranata Candra Perdana Putra, S.Pi., M.Ling., menambahkan bahwa pendekatan penelitian tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan produktivitas, tetapi juga pada aspek keberlanjutan lingkungan dan ekonomi biru.

“Perubahan iklim merupakan tantangan yang tidak dapat dihindari dalam budidaya udang. Oleh karena itu, inovasi pakan harus mampu meningkatkan kemampuan adaptasi organisme terhadap tekanan lingkungan. Melalui Dipo-SpiruTech kami mengintegrasikan aspek nutrisi, kesehatan udang, efisiensi produksi, dan keberlanjutan lingkungan sehingga teknologi yang dihasilkan benar-benar aplikatif bagi kebutuhan industri akuakultur nasional,” ungkapnya.

Pelaksanaan penelitian ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya pembudidaya udang di Indonesia. Pemanfaatan pakan fungsional berbasis Spirulina diproyeksikan mampu meningkatkan efisiensi produksi, menekan tingkat mortalitas hingga sekitar 20%, memperbaiki performa pertumbuhan, serta meningkatkan ketahanan udang terhadap tekanan penyakit dan perubahan kualitas lingkungan. Selain memberikan manfaat ekonomi melalui peningkatan produktivitas tambak, inovasi ini juga membuka peluang substitusi bahan baku impor dengan sumber daya hayati lokal yang memiliki nilai tambah tinggi. Di sisi industri, keberhasilan validasi Dipo-SpiruTec akan mempercepat proses hilirisasi menuju produk komersial nasional yang kompetitif serta memperkuat ekosistem inovasi berbasis hasil riset perguruan tinggi.

Melalui pengembangan Dipo-SpiruTech, Universitas Diponegoro kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan inovasi yang tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi mampu ditransformasikan menjadi teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia industri. Penelitian ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam penguatan hilirisasi riset, pembangunan ekonomi biru, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), dan SDG 14 (Life Below Water).

Melalui kolaborasi antara akademisi, industri, dan masyarakat, inovasi Dipo-SpiruTec diharapkan menjadi salah satu solusi strategis untuk mewujudkan budidaya udang yang lebih produktif, tangguh, dan berkelanjutan. Semangat tersebut menjadi wujud nyata komitmen UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat, dalam menghadirkan ilmu pengetahuan dan inovasi berdampak yang memberikan kontribusi langsung bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat. she

Share This Article