By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: LKP Jadi Andalan Demak, Program Kurma Pekat Didorong Cetak Wirausaha dan Pangkas Kemiskinan 
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

LKP Jadi Andalan Demak, Program Kurma Pekat Didorong Cetak Wirausaha dan Pangkas Kemiskinan 

Last updated: 31 Juli 2026 18:02 18:02
Jatengdaily.com
Published: 31 Juli 2026 18:02
Share
Bupati Demak dr Hj Eisti'anah didampingi Kepala Dindikbud Haris Wahyudi Ridwan saat memberikan bantuan PKK pada Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) sebagai bagian upaya menekan angka pengangguran dan kemiskinan. Foto : sari jati
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com)– Pemerintah Kabupaten Demak semakin serius menjadikan keterampilan sebagai modal utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Lewat program Kursus Maju, Perekonomian Masyarakat Meningkat (Kurma Pekat), puluhan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) disinergikan untuk mencetak tenaga kerja kompeten sekaligus membuka peluang lahirnya pelaku usaha baru di berbagai sektor.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Demak, Haris Wahyudi Ridwan mengatakan, Kurma Pekat bukan sekadar program pelatihan, tetapi menjadi gerakan bersama yang menghubungkan lembaga kursus, pemerintah daerah, hingga dunia usaha. Sasaran utamanya adalah masyarakat usia produktif, khususnya lulusan sekolah yang ingin segera bekerja maupun berwirausaha.

“Kurma Pekat kami bangun untuk menyatukan seluruh potensi LKP di Kabupaten Demak. Tujuan akhirnya jelas, yaitu mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Mereka yang tidak melanjutkan kuliah tetap memiliki kesempatan memperoleh keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja maupun untuk membuka usaha sendiri,” ujar Haris, Jumat (31/07/2026).

Saat ini terdapat 30 LKP yang tergabung dalam program tersebut dengan 12 bidang keterampilan, mulai dari menjahit, tata rias, instruktur olahraga hingga berbagai pelatihan vokasi lainnya. Menurut Haris, pelatihan menjahit menjadi favorit karena didukung kebutuhan industri garmen yang cukup besar di Demak dan sekitarnya.

“Sebagian besar LKP sudah menjalin kerja sama dengan perusahaan. Bahkan untuk pelatihan menjahit, rata-rata peserta cukup mengikuti kursus selama satu bulan, menjalani uji kompetensi, kemudian bisa langsung disalurkan bekerja. Kami juga telah memfasilitasi sekitar seribu beasiswa uji kompetensi level dua bagi peserta LKP,” jelasnya.

Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, SE menilai keberadaan LKP memiliki peran penting dalam mendukung program pemerintah menyiapkan sumber daya manusia yang siap bersaing. Menurutnya, pola pelatihan berbasis kebutuhan industri membuat lulusan LKP memiliki peluang lebih besar memperoleh pekerjaan dibanding pelatihan yang tidak terhubung dengan dunia usaha.

“LKP sangat membantu pemerintah karena pelatihannya lebih beragam dan sudah bekerja sama dengan perusahaan. Setelah lulus, peserta tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga peluang langsung bekerja. Inilah yang kami harapkan agar angka pengangguran dan kemiskinan terus turun dari waktu ke waktu,” kata Eisti’anah.

Bupati juga menegaskan pentingnya koordinasi antarlembaga agar berbagai program pelatihan yang dibiayai pemerintah tidak berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, pelatihan yang diselenggarakan Dindikbud, Dinakerind, Dinpora, Dindagkop, BLK hingga Baznas harus saling melengkapi sehingga anggaran benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

“Setiap tahun angkatan kerja terus bertambah. Karena itu pelatihan harus tepat sasaran dan tidak boleh tumpang tindih. Kami berharap melalui kolaborasi ini target penurunan angka kemiskinan yang saat ini masih berada pada kisaran dua digit dapat segera turun menjadi satu digit,” tandasnya.

Program Kurma Pekat juga mendapat dukungan Himpunan Penyelenggara Kursus Indonesia (HIPKI) Kabupaten Demak di bawah kepemimpinan Muhammad Dimyati. Kolaborasi antara pemerintah, 30 LKP, dan dunia usaha diharapkan menjadi solusi nyata dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja, meningkatkan daya saing sumber daya manusia, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat menuju Demak yang semakin maju, bermartabat, dan sejahtera.rie-she

 

You Might Also Like

Rob di Demak Dikhawatirkan Pengaruhi Iklim Investasi
Perluas Akses Perekonomian, Jokowi Minta ASN Pakai Kartu Kredit Pemerintah
Didapuk Main Film, Ganjar Perankan Dosen Akpol
Unissula Jajaki Kerjasama dengan PT Indonesia Power Mrica
RUPST Telkom Tahun Buku 2022, Telkomsel Fokus Perkuat Bisnis Broadband TelkomGroup
TAGGED:LKP Jadi Andalan DemakProgram Kurma Pekat
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?