DEMAK (Jatengdaily.com)– Krisis air bersih akibat kemarau ekstrem mulai menyentuh aktivitas harian di Pondok Pesantren Girikusumo, Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen. Untuk membantu memenuhi kebutuhan para santri, Polres Demak bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Demak menyalurkan empat tangki atau sekitar 20 ribu liter air bersih, Jumat (11/09/2026).
Bantuan tersebut langsung dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari di lingkungan pesantren yang menaungi pondok putra, pondok putri, serta sejumlah lembaga pendidikan. Perwakilan Pondok Pesantren Girikusumo, Muhammad Hanif Mamun, mengatakan keterbatasan air membuat pihak pesantren harus mengeluarkan biaya tambahan dengan membeli air tangki.
“Biasanya ketika sudah tidak ada sumber air yang bisa kita ambil, kita terpaksa membeli air dari PAM atau PDAM menggunakan tangki untuk memenuhi kebutuhan para santri,” kata Hanif.
Menurut Hanif, kondisi air memang mulai membaik, tetapi belum sepenuhnya mampu mencukupi kebutuhan pesantren. Persoalan paling terasa untuk aktivitas mandi, mencuci dan laundry yang membutuhkan pasokan air cukup besar.
“Untuk kebutuhan ibadah, alhamdulillah masih mencukupi dan belum sampai harus tayamum. Tetapi untuk kebutuhan primer lainnya cukup terganggu. Misalnya, yang biasanya mandi satu sampai dua kali sehari, sekarang harus dikurangi,” ujarnya.
Ia mengapresiasi bantuan tersebut karena dapat meringankan beban pesantren sekaligus membantu menjaga aktivitas pendidikan tetap berjalan. Hanif berharap kepedulian serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau masyarakat maupun pesantren lain yang masih kesulitan mendapatkan air bersih.
Kasatreskrim Polres Demak AKP Arlan Budi Kusuma mengatakan penyaluran air bersih tersebut merupakan hasil kolaborasi antara kepolisian dan insan pers. Menurutnya, bantuan diprioritaskan ke Ponpes Girikusumo setelah adanya informasi mengenai keterbatasan air yang dialami para santri.
“Semoga kegiatan ini bisa terus berjalan secara kontinu dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Ketua PWI Demak Wahib dan perwakilan IJTI Demak Ismail menegaskan, kepedulian terhadap krisis air merupakan bagian dari tanggung jawab sosial insan pers. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat terus dilakukan untuk membantu wilayah yang terdampak kekeringan.
Sementara itu, Polres Demak juga mengantisipasi dampak lain kemarau dengan mengimbau masyarakat melalui Bhabinkamtibmas agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. rie-she



