By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Sinergi Ulama dan Umara: MUI Jateng Dorong Penguatan Islam Wasathiyah untuk Tanggulangi HIV/AIDS dan Penyakit Sosial
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Sinergi Ulama dan Umara: MUI Jateng Dorong Penguatan Islam Wasathiyah untuk Tanggulangi HIV/AIDS dan Penyakit Sosial

Jatengdaily.com
Published: 28 Oktober 2026 12:08
Share
Halaqah Ulama Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Tegal yang diselenggarakan secara khidmat di Grand Dian Hotel Slawi, Jl. A. Yani No. 101, Slawi, Kabupaten Tegal, pada Rabu, 28 Oktober 2026. Foto: Dok
SHARE

​SLAWI (Jatengdaily.com) — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara ulama dan umara (pemerintah) dalam membentengi kemuliaan umat serta kehormatan bangsa.

Penegasan tersebut disampaikan dalam acara Halaqah Ulama Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Tegal yang diselenggarakan secara khidmat di Grand Dian Hotel Slawi, Jl. A. Yani No. 101, Slawi, Kabupaten Tegal, pada Rabu, 28 Oktober 2026.

​Acara yang dipandu oleh moderator Dr. H. Saepudin, M.A. Dalam sesi laporan dan sambutan pembuka, Ketua Umum MUI Kabupaten Tegal, KH. Tubagus Fahmi, S.H., menyampaikan pentingnya forum ini untuk merespons berbagai persoalan umat di daerah.

​Halaqah ini kemudian dibuka secara resmi oleh Bupati Tegal, H. Ischak Maulana Rohman, S.H., M.M., yang mengapresiasi sinergi lintas sektor dalam menjaga kesehatan dan moral masyarakat Kabupaten Tegal.

Rangkaian acara juga semakin berkah dengan doa penutup yang dipimpin oleh KH. Chambali Utsman.

​​Dalam sesi inti pemaparan materi, halaqah menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Ibu AKBP Febriyani Aer, S.I.K., M.H., serta Ketua Umum MUI Jawa Tengah, Prof. Dr. K.H. Noor Achmad, M.A.

​Para narasumber menyoroti tantangan krusial darurat kesehatan dan eskalasi penyakit sosial di Kabupaten Tegal. Berdasarkan data mutakhir dari Dinas Kesehatan setempat, tercatat akumulasi sebanyak 4.093 kasus pasien Tuberkulosis (TB) serta 1.484 kasus HIV/AIDS yang tersebar di berbagai lapisan masyarakat. Tantangan penanganan medis ini kian berat akibat masih tingginya hambatan berupa stigma sosial di tengah masyarakat.

​Pendekatan Islam Wasathiyah: Menjaga Jiwa dan Keturunan

​Menanggapi persoalan tersebut, Prof. K.H. Noor Achmad menggarisbawahi bahwa penanggulangan penyakit menular dan masalah sosial tidak bisa dilepaskan dari koridor agama. Mengusung prinsip Islam Wasathiyah (moderat), dakwah MUI berfokus pada tiga pilar utama:

​Hifzh An-Nafsh (Menjaga Jiwa): Melindungi keselamatan jiwa manusia dari ancaman wabah fisik berbahaya seperti TB dan HIV/AIDS melalui ikhtiar medis dan preventif, termasuk merujuk pada fatwa MUI terkait imunisasi dan pola hidup sehat.

​Hifzh An-Nasl (Memelihara Keturunan): Menjaga kehormatan keluarga dan martabat keturunan dari ancaman kemaksiatan serta perilaku menyimpang.

​Mas’uliyah Diniyah (Tanggung Jawab Keagamaan): Peran aktif ulama untuk membimbing, mengedukasi, dan merangkul umat tanpa diskriminasi.

​Alarm Darurat Moral dan Ancaman bagi Keluarga

​Selain masalah kesehatan fisik, halaqah ini juga menyoroti tren kerentanan sosial yang kian mengkhawatirkan. Maraknya penyalahgunaan hunian—seperti kos short-time atau sewa per jam yang memicu praktik asusila—serta kemerosotan akhlak remaja akibat pengaruh media sosial tanpa kontrol agama yang kokoh menjadi perhatian serius para ulama dan umara.

​Prof. Noor Achmad turut memberikan peringatan keras bahwa ancaman HIV/AIDS kini tidak hanya menyasar kelompok berisiko tinggi, tetapi juga mulai mengancam para ibu rumah tangga akibat penularan dari pasangan yang tidak setia, yang pada akhirnya turut membahayakan kesehatan bayi dalam kandungan.

​​Sebagai solusi kongkret, MUI bersama para pemangku kebijakan mendorong penerapan langkah-langkah strategis berbasis keluarga dan komunitas:

​Setia pada Pasangan: Memperkuat komitmen pernikahan dan menghindari perilaku berisiko di luar rumah.

​Skrining Kesehatan: Mendorong pemeriksaan kesehatan secara berkala, termasuk tes HIV sebelum menikah dan pada awal masa kehamilan.

​Benteng Moral Agama: Mengoptimalkan dakwah persuasif yang tegas namun merangkul, guna menghapus stigma negatif terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) sekaligus menutup rapat pintu kemaksiatan.

Mengintegrasikan penanganan medis (seperti terapi ARV intensif) dengan penegakan regulasi hukum daerah oleh pemerintah.

​Melalui penyelenggaraan halaqah di Grand Dian Hotel Slawi ini, MUI Jateng dan jajaran Pemerintah Kabupaten Tegal berharap sinergi antara ulama dan umara semakin solid dalam melahirkan kebijakan preventif, edukatif, dan solutif demi menyelamatkan masa depan generasi bangsa. St

 

You Might Also Like

Boyolali Sumbang Stok Beras Nasional 44 Ribu Ton/Tahun
Suara Tak Sah Pilpres Cuma 18.251, Rata-rata Coblos Dua Paslon
Polsek Banyumanik Evakuasi Orang Meninggal di Ngesrep, Korban Ditemukan di Mobilnya
42 Panwascam se-Kabupaten Demak Dilantik
Semarang Jadi Pilot Project Nasional Ruang Bersama Indonesia, Kota Ramah Perempuan dan Anak Makin Dikuatkan
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?