By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Layanan Tanpa Kontak Fisik BPJAMSOSTEK Lebih Maksimal
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Layanan Tanpa Kontak Fisik BPJAMSOSTEK Lebih Maksimal

Last updated: 16 Juni 2020 17:17 17:17
Jatengdaily.com
Published: 16 Juni 2020 17:12
Share
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) sejak Maret 2020 telah menerapkan Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik) sebagai salah satu upaya untuk mencegah penyebaran COVID-19. 

“Langkah ini justru lebih maksimal, meningkatkan layanan empat hingga enam kali lipat.”

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto bersama jajaran yang melakukan peninjauan Lapak Asik di Kantor BPJAMSOSTEK Cabang Semarang Pemuda, Selasa (16/6/2020).

Ikut dalam peninjauan tersebut Direktur Pelayanan Krishna Syarief dan Direktur Renstra dan IT Sumarjono, Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Wilayah Jawa Tengah & DIY Suwilwan Rachmat, dan Kepala BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Semarang Pemuda Teguh Wiyono.

Peningkatan kapasitas layanan, lanjut Agus, dikarenakan BPJAMSOSTEK menyediakan bilik-bilik yang dilengkapi layar monitor yang terhubung dengan petugas secara video conference untuk kebutuhan komunikasi dan verifikasi data dan mlalui metode tersebut setiap petugas Customer Service Officer (CSO) melayani 4-6 orang sekaligus dalam waktu bersamaan, sehingga metode pelayanan tersebut disebut One to Many.

“Dengan metode One to Many, kemampuan meyelesaikan klaim meningkat empat sampai enam kali lipat dan phsycial distancing tetap terjaga. Saat ini sudah kami implementasikan hampir di seluruh cabang BPJS Ketenagakerjaan seluruh Indonesia, terutama untuk kantor-kantor yang punya ruang memadai. Untuk kantor-kantor yang kecil masih dilakukan dengan cara one to one dengan tetap memperhatikan physical distancing,” jelas Agus. 

Agus mengakui pengajuan klaim program Jaminan Hari Tua (JHT) terus mengalami kenaikan dan pada awal Juni 2020, secara nasional klaim telah mencapai angka di atas 921 ribu kasus dan diperkirakan akan terus meningkat.

Untuk menghadapi hal tersebut, tambah Agus, BPJAMSOSTEK telah menyediakan berbagai kanal klaim yang dapat digunakan oleh peserta melalui protokol Layanan Tanpa Kontak Fisik (LAPAK ASIK), yang terdiri dari kanal online, offline, dan kolektif.

Agus menjelaskan untuk pengajuan klaim melalui kanal Lapak Asik kolektif, ditujukan kepada perusahaan skala besar maupun menengah yang terpaksa melakukan PHK kepada minimal 30 persen tenaga kerjanya dan dengan adanya klaim kolektif tersebut pihak perusahaan dapat mengakomodir klaim seluruh karyawan yang ter-PHK dengan menunjuk satu orang perwakilan.

“Meski kami menyediakan kanal klaim offline, namun saya mengimbau kepada seluruh peserta BPJAMSOSTEK untuk tetap sebisa mungkin berada di rumah dan menggunakan kanal online yang telah kami disediakan, jika ingin klaim. Karena prosesnya lebih mudah dan mengurangi potensi terpapar virus Covid-19. Selain itu peserta juga dapat memanfaatkan fasilitas tracking klaim untuk mengetahui perkembangan proses klaim yang sedang mereka ajukan. Semoga dengan kita mematuhi aturan pemerintah, pandemi ini bisa segera berakhir dan ekonomi Indonesia dapat kembali seperti sedia kala,” kata Agus.

Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Wilayah Jawa Tengah & DIY Suwilwan Rachmat menambahkan di Jateng juga terjadi peningkatan pengajuan klaim JHT seiring dengan dibukanya tiga kanal yakni online, offline, dan kolektif, jika sebelumnya hanya online.

Sementara itu, Kepala BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Semarang Pemuda Teguh Wiyono menyebutkan setiap hari jumlah peserta yang mengajukan klaim JHT secara offline rata-rata mencapai 90 sampai 100 per hari, sedangkan secara online mencapai 95 orang.

Pihaknya menyiapkan  14 monitor yang dapat dimanfaatkan oleh peserta dalam proses pengajuan klaim JHT, dimana satu petugas bisa melayani empat orang. She

You Might Also Like

Bawaslu Mulai Rekrut Panwaslu Kecamatan Pemilu 2024, Pendaftaran 21-27 September 2022
Hadiri Halaqoh Ulama, Mahfud MD Kagumi Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan
Penuhi Kebutuhan Pelanggan, Telkom Miliki Data Center Ketiga di Jateng & DIY
Optimalisasi Gas di Era Transisi, Mendukung Pembangunan Berkelanjutan
10 Places You Can’t Miss If It’s Your First Time in European
TAGGED:BPJAMSOSTEK
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?