SEMARANG (Jatengdaily.com) – Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima, Dr Indarti MPd melantik Eni Setyaningsih SPd menjadi Kepala SMA Nasima periode 2020-2024. Eni sebelumnya Wakil Kepala SMA Nasima bidang Kurikulum dan Pengajaran menggantikan Ilyas Johari SPd MM yang menjadi Wakil Ketua Pengurus YPI Nasima.
Indarti juga melantik Sri Utami SPd menjadi Wakil Kepala SMA Nasima bidang Kurikulum dan Pengajaran. Sementara TY Raharja SPd semula Wakil Kepala SD Nasima bidang Kesiswaan dan Kurikuler dilantik menjadi Kepala SD Nasima menggantikan Sri Budiani MPd yang kini menjadi Direktur Pendidikan I YPI Nasima.
M Khoirun Nafi’ SPd Guru Bidang Studi dilantik menjadi Wakil Kepala SD Nasima bidang Kesiswaan dan Kurikuler. Upacara pelantikan berlangsung di Hall Parigi SD Nasima Jalan Puspanjolo Selatan no 53 bersamaan dengan Rapat Kerja (Raker) yang dilaksanakan secara daring.
Ketua YPI Nasima, Dr Indarti MPd mengingatkan, tantangan dunia pendidikan ke depan akan semakin kompleks dengan adanya digitalisasi dunia pendidikan. Hal itu dibutuhkan pemimpin yang visioner, berwawasan global, kreatif inovatif, open mind, out of the box, dan pembelajar.
‘’Pemimpin gaya baru itu akan menghasilkan karya-karya dan jejak sejarah yang luar biasa, utamanya di dunia pendidikan. Pimpinan Sekolah Nasima telah memiliki kriteria tersebut karena telah mengalami serangkaian seleksi yang ketat dan bertahap. Kini saatnya merealisasikan kompetensi yang telah diuji serta amanah yang yayasan berikan bahwa anda layak menjadi pemimpin,’’ katanya.
Menurut Indarti, Tahun Pelajaran 2020/2021 merupakan tahun bersejarah bagi Sekolah Nasima, dimana pada tahun pelajaran ini semua diuji ketangguhannya di lini masing-masing. Betapa tidak. Karena target pencapaian pada tahun pelajaran ini sudah sangat jelas yaitu mewujudkan Sekolah Nasima sebagai sekolah bertaraf internasional yang berbasis digital dengan landasan karakter nasionalisme dan agamais, secara massif dan progresif.
‘’Belum lagi dampak pandemi dan masa kenormalan baru yang akan memperbesar tantangan sekaligus peluang. Hal ini tentu menuntut setiap warga Sekolah Nasima menunjukkan kontribusi nyata dan membangun effort luar biasa guna mencapai tujuan tersebut,’’ tegasnya.
Modal awal yang dimiliki selama 3,5 bulan masa pandemi cukup digunakan sebagai bekal dan acuan dalam menyusun program, strategi, dan sistem manajemen yang tepat untuk mempercepat langkah dalam mewujudkan cita-cita tersebut. st


