By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: MAJT Usulkan ‘Dugder’ Jadi Ikon Wisata Internasional
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

MAJT Usulkan ‘Dugder’ Jadi Ikon Wisata Internasional

Last updated: 5 Mei 2019 09:13 09:13
Jatengdaily.com
Published: 5 Mei 2019 09:12
Share
Walikota Hendrar Prihadi, Gubernur Ganjar Pranowo, dan Prof Dr Noor Ahmad pada prosesi Dugder di MAJT. Foto:ist
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Dewan Pengurus Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) akan mengusulkan tradisi Dugder ke Menteri Pariwisata sebagai salah satu acara seni budaya nasional untuk menarik wisata internasional.

Ketua DPP MAJT, Prof Dr KH Noor Ahmad MA mengakui, Dugder yang merupakan budaya tradisi memasuki bulan Ramadan di Kota Semarang pantas diusulkan sebagai seni unggulan budaya nasional agar bisa dikenal di kancah internasional.

‘’Dugder menjelang Ramadan ini sudah menjadi ciri khas di Kota Semarang, sehingga layak diusulkan menjadi seni tradisional untuk menarik wisman banyak mengunjungi Kota Semarang,’’ tegas Prof Noor Ahmad, Minggu (5/5).

Sebelumnya Ketua MAJT ini menerima Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo untuk membacakan keputusan Suhuf Halaqoh ulama tentang awal puasa, mengatakan Dugder layak menjadi ajang wisata internasional mengingat hanya ada di Jawa Tengah, khususnya Semarang dan sekitarnya di MAJT, Sabtu kemarin.

“Tradisi ini sudah berlangsung lama secara turun temurun dan mampu mengeratkan seluruh lapisan masyarakat, tidak peduli itu muslim maupun non muslim. Bahkan simbol Warak dalam tradisi Dugder merupakan simbul multi kultural yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai etnis yang ada di Semarang,” ungkap Prof Dr KH Noor Achmad MA.

Prosesi budaya pembuka bulan suci Ramadan diawali dari acara adat penyambutan di Balaikota Semarang dipimpin Walikota Semarang Hendrar Prihadi SE MM. Ribuan warga Kota Semarang berkumpul di Balaikota Semarang bersuka cita menyaksikan berbagai tari Warak dan dolanan.

Warak merupakan simbol dalam tadisi Dugder berupa perpaduan wujud binatang kambing (jawa), buraq (arab) dan naga (cina). Sedangkan Dugder merupakan sebutan dari suara bedug (dug) dan meriam (der) yang dibunyikan untuk menandai mulai masuk ke bulan Ramadan.

Setelah acara budaya di Balaikota, rombongan umaro terdisi dari walikota dan pejabat Muspida berpakaian adat Semarangan naik kereta kuda menuju Masjid Besar Kauman Semarang untuk menerima keputusan ulama perihal kapan dimulainya puasa Ramadan. Hasil Halaqoh (rapat) tersebt kemudian dibawa oleh Walikota Semarang menuju Masjid Agung Jawa Tengah dan diserahkan kepada Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo SH SIP untuk kemudian dibacakan dan diumumkan untuk masyarakat seluruh Jawa Tengah bahwa dimulainya ibadah puasa Ramadan pada Senin (06/05/2019) atau sudah dimulainya ibadah salat Tarawih pada Minggu (05/05/2019) malam.

Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo didampingi Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Ketua Umum MAJT KH Noor Achmad MA dan Sekda Sri Puryono setelah mengumumkan hasil halaqoh langsung menandai dengan pukulan bedug disambut suara ledakan petasan sebagai pengganti meriam. Spontan tanda tersebut disambut luapan gembira dan riuhnya tepukan tangan. st

You Might Also Like

Gempa di Pacitan Terasa hingga Semarang, Demak, Banjarnegara dan Yogyakarta
TPQ Baitussalam Adakan Khotmil Qur’an dan Imtihan
Tanah Longsor di Banjarnegara; Satu Warga Meninggal, Tiga Desa Terdampak
PT KAI & Pemkot Semarang Tandatangani MoU Penataan Stasiun Semarang Tawang & Poncol
Urai Kepadatan Arus Balik, KemenPANRB Tetapkan Penyesuaian WFA pada 8 April
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?