By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Galakkan Jogo Santri di Tiap Ponpes
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Galakkan Jogo Santri di Tiap Ponpes

Jatengdaily.com
Published: 8 Oktober 2020 14:20
Share
Wagub Taj Yasin di Ponpes Mambaul Ulum Purbalingga. Foto: Humas Provinsi Jateng
SHARE

PURBALINGGA (Jatengdaily.com)– Angka kasus positif terpapar virus Corona di Jawa Tengah belum mereda, terlebih setelah munculnya klaster pondok pesantren di sejumlah daerah di Jateng.

Wagub Taj Yasin Maimoen berharap, ponpes yang sudah menerapkan protokol kesehatan di lingkungan ponpes ditiru ponpes lainnya. Karena mungkin ada ponpes yang belum mengetahui bagaimana penerapan protokol kesehatan di ponpes.

Di sela kunjungannya di Ponpes Mambaul Ulum Purbalingga, Rabu (7/10/2020) Taj Yasin juga mengatakan, pondok pesantren memang tidak semuanya paham kesehatan, karena memang bukan bidangnya. Untuk itu diharapkan, semua stakeholder bersinergi menjaga dan melindungi penghuni ponpes.

Termasuk Jogo Tonggo, perangkat desa, dan puskesmas saling berkoordinasi terkait sosialisasi pentingnya protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 kepada pengasuh ponpes, santri, serta masyarakat.

Tidak kalah penting adalah menggalakkan Jogo Santri di masing-masing ponpes. Menurutnya ada empat fungsi Jogo Santri yang diadopsi dari Jogo Tonggo, yakni meliputi bidang kesehatan, ketahanan pangan, keamanan, dan hiburan. Bidang hiburan juga penting karena apalagi santri berada dalam pesantren terus menerus maka akan merasa bosan.

“Maka perlu adanya kegiatan dalam ponpes yang menghibur santri seperti salawatan, latihan ceramah, dan lainnya yang sifatnya menghibur,” imbuhnya.

Dijelaskan, sekitar 5.000 ponpes yang tersebar di Jateng terdiri dari berbagai model. Antara lain model salafiyah, modern, Quran, dan kombinasi antara salafiyah dan modern. Maka model-model ini harus dipetakan sedini mungkin untuk mencari solusi yang tepat menyesuaikan model ponpes.

“Sedangkan persamaan ponpes-ponpes di Jateng adalah keterbatasan sarana prasarana. Untuk tidur santri terbiasa ramai-ramai di satu ruangan, sarana air wudhu yang mengalir, dan lainnya,” ujarnya.

Ia menegaskan, untuk lebih memperketat penerapan protokol kesehatan di lingkungan ponpes, diperlukan peningkatan sinergi dengan berbagai pihak. Tidak hanya dengan lembaga atau organisasi Islam seperti NU, Muhammadiyah, dan LDII, tapi dengan Satgas Jogo Tonggo, pemerintah daerah, TNI, dan Polri. she

You Might Also Like

10 Anggota Satupena Jateng Terpilih dalam Antologi Palestina
Dampak Gempa Tuban, 5.509 Orang Masih Mengungsi
Agar Selamat dari Covid-19, MUI Serukan Seluruh Imam Shalat Jumat Panjatkan Doa Bersama
Pembobol ATM di Indomaret Dibekuk, Empat Orang Masih Buron
Alhamdulillah 3 Orang PDP di Slawi Kondisi Kesehatannya Membaik
TAGGED:ponpestaj yasin
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?