By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Mahasiswa KKN UIN Walisongo Dampingi Anak-Anak Tradisi ‘Golok-Golok Menthok’
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Dampingi Anak-Anak Tradisi ‘Golok-Golok Menthok’

Jatengdaily.com
Published: 29 Oktober 2020 10:39
Share
Mahasiswa UIN Walisongo Semarang lakukan KKN. Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Mahasiswa UIN Walisongo Semarang ikut dampingi anak-anak dalam tradisi golok-golok menthok di Dukuh Jatisari, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Rabu (28/10/20)

Tradisi golok-golok menthok merupakan tradisi khas orang Kudus dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Setiap tahunnya, tradisi ini diadakan pada malam ke-12, bulan Rabi’ul Awal.

“Golok-golok menthok merupakan tradisi dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang harus kita jaga dan lestarikan. Tradisi ini merupakan bentuk kecintaan kita kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Maka, diharapkan dari adanya tradisi ini, anak-anak sudah diperkenalkan dengan Nabinya sedini mungkin, dan nantinya bisa meneladani akhlak dan sifat baik dari Rasulullah SAW.” Ungkap Akhrozi, S. Pd, selaku tokoh masyarakat dukuh Jatisari

Dalam tradisi Golok-Golok Menthok di dukuh Jatisari, biasanya anak-anak membawa bekal sendiri-sendiri dari rumah, biasanya berisi jajan pasar dan diletakkan dalam tempat anyaman dari bambu, yang berwarna merah dan hijau atau berisi nasi yang dibungkus seperti bekal biasanya. Setelahnya, anak-anak kemudian berjalan memutari kampung sambil menyenandungkan lagu Golok-golok menthok hingga menuju masjid. Setelah sampai di masjid, akan dido’akan oleh tetua kampung.

Golok-golok menthok, bancaane cah wedhok, cah lanang ra entuk njanthok, nek njanthok udele kethok. (Golok-golok menthok, selamatannya anak perempuan, anak laki-laki tidak boleh minta, kalau minta pusarnya kelihatan)

“Meski lagu golok-golok menthok ditujukan untuk anak perempuan, tapi dalam pelaksanaanya, anak laki-laki pun boleh ikut. Tradisi ini merupakan tradisi yang sangat unik dan mengandung kearifan lokal daerah setempat, maka sepatutnya kita sebagai generasi muda ikut menjaga dan melestarikan tradisi tersebut.” Imbuh Septia Aisyah, salah satu anggota KKN RDR 75, UIN Walisongo Semarang.

Penulis: Septia Aisyah Rusda, Mahasiswa UIN Walisongo Semarang. she

You Might Also Like

Idul Adha 1445 H, LAZiS Jateng Gelar Parade Kurban Serentak di 17 Titik
Mobilitas Masyarakat Meningkat, Penumpang KA Daop 4 Semarang Pada Libur Panjang Kenaikan  Yesus Kristus Tumbuh 48 Persen
8 Ton Bawang Putih Digelontor ke Pasar Johar
Gerbang Tol Banyumanik Ditambah 20 Gardu Miring
Aaliyah Massaid Dilarang Thariq Makan Pedas dan Kena Asap Rokok, Hamil?
TAGGED:uin
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?