By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Klaster Perusahaan Menjadi Angka Penyebaran Covid-19 di Demak
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Klaster Perusahaan Menjadi Angka Penyebaran Covid-19 di Demak

Last updated: 8 Desember 2020 15:06 15:06
Jatengdaily.com
Published: 8 Desember 2020 15:06
Share
Wakil Bupati Demak Joko Sutanto saat menerima kunjungan Satgas penanganan Covid-19 nasional di ruang Command Center. Foto: Kominfo Demak
SHARE

DEMAK (Jatengdaily.com)– Klaster penyebaran Covid-19 terbanyak di Kabupaten Demak saat ini adalah klaster perusahaan.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Demak Joko Sutanto saat menerima kunjungan Satgas penanganan Covid-19 nasional di ruang Command Center. Menurutnya, kasus Covid-19 di perusahaan justru dikarenakan ketidaktertiban protokol kesehatan di luar perusahaan. Sebab, kebanyakan perusahaan di Kabupaten Demak sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

“Sebenarnya protokol kesehatan sudah diterapkan di perusahaan. Tetapi masalah utama yang terjadi bukan di perusahaan, tapi di luar perusahaan. Karena mereka tidak mematuhi protkes saat berada di luar perusahaan,” terang wabup, dalam siaran persnya, Selasa (8/12/2020).

Dijelaskan, dulu klaster penyebaran Covid-19 adalah pasar, tetapi saat ini sudah dapat ditekan dengan pembentukan tim satgas penanganan disiplin protokol kesehatan (SPDP), penegakan di jalan, serta pasar terbuka.

Terkait penanganan Covid-19, Sekretaris Daerah Kabupaten Demak Singgih Setyono mengatakan, Pemkab sudah menyiapkan 500 tempat untuk karantina. Tetapi warga banyak yang menolak untuk melakukan karantina.

Disampaikan, kasus Covid-19 di Kabupaten Demak meningkat, salah satunya karena anggapan masyarakat yang salah tentang new normal. Masyarakat mempercayai kondisi sudah kembali normal. Bahkan ada yang sudah menyelenggarakan hajatan atau perkumpulan lainnya.

Perwakilan tim Satgas Penanganan Covid-19 nasional Edy Rianto menyampaikan, kenaikan angka Covid-19 bukan hanya Demak. Masyarakat sebenarnya sudah faham terkait protokol kesehatan, tapi susah untuk diterapkan dalam setiap aktivitasnya.

“Hampir semua orang yakin dengan adanya Covid-19, tapi mereka tetap mengabaikan dengan tidak memakai masker. Saya rasa masyarakat sudah teredukasi, tapi untuk melakukan kebiasaannya yang belum,” jelasnya.

Karenanya, kepada pemangku kepentingan jangan pernah bosan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan. she

You Might Also Like

Kemenag dan Garuda Teken Kesepakatan, Terbangkan Jemaah Haji dari 9 Embarkasi
MK Wajibkan Negara Biayai Pendidikan Dasar di Sekolah Negeri dan Swasta
SIG Apresiasi Tenaga Medis di Tuban
Antologi Puisi ‘Lukisan Bumi’ Diluncurkan di Restoran Lukisan Bumi
Pola Hidup Sehat Harus Ditanamkan Kepada setiap Anak Bangsa
TAGGED:Klaster PerusahaanKlaster Perusahaan di demakWakil Bupati Demak Joko Sutanto
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?