BOYOLALI (Jatengdaily.com) – Cuaca cerah di sekitar gunung Merapi tampaknya tak disia-siakan oleh ratusan warga untuk mendatangi TPS 1, Dusun Baturtuwo, Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, Rabu (9/12) pagi ini.
Desa Sangup yang berlokasi sangat dekat dengan gunung Merapi ini terdapat 5 TPS dengan jumlah pemilih sebanyak 1967 DPT. Pemilih tetap yang telah mendapat undangan, tampak antre sesuai jadwal waktu yang tertera di undangan model C Pemberitahuan KWK. Bahkan warga yang mayoritas petani ini tidak terpengaruh kondisi Merapi siaga III. Mereka tetap menaati protokol kesehatan (prokes) sesuai anjuran KPU.
”Meski jauh dari perkotaan, warga kami tetap mematuhi prokes, misalnya memakai masker saat datang ke TPS, mencuci tangan yang telah disediakan, dan menjaga jarak aman saat datang di lokasi TPS,” ujar Kepala Desa Sangup, Triyono, Rabu (9/12) pagi tadi.
Seorang warga Baturtuwo, Sarono, menambahkan pihaknya sengaja datang ke TPS agak pagi karena mendapat tugas berjaga di posko Siaga Merapi di wilayah Desa Sangup. ”Saya sudah mencoblos jam-jam awal, karena keburu berangkat ke posko,” ujar Sarono sambil menunjukkan jari yang telah diberi tinta.
Sementara itu Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menyiapkan skenario pemungutan suara bagi para pengungsi yang ada di daerah bahaya erupsi Gunung Merapi. Di antaranya pada tiga desa yang ada di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten.
Setidaknya terdapat total 18 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di tiga desa yang masuk daerah bahaya erupsi Merapi, yakni Desa Sidorejo dengan 9 TPS , Desa Tegalmulyo dengan 5 TPS, Desa Balerante dengan 4 TPS. Namun saat ini, dengan status Siaga, terdapat 3 TPS yang warganya sudah mengungsi.
Ketua KPU Jawa Tengah Yulianto Sudrajat mengungkapkan KPU Jawa Tengah telah memetakan situasi yang ada di daerah tersebut terkait dengan skenario pemungutan suara dalam kondisi erupsi Merapi.
“Kami sudah koordinasikan melalui KPU Klaten dan KPU Boyolali dengan Pemerintah Daerah setempat terkait dengan data-data pengungsi, sehingga harapannya nanti bagi para pengungsi, tersebut untuk bisa tetap memberikan pelayanan hak pilihnya” Jelas Yulianto dalam rapat koordinasi Forkopimda secara virtual, belum lama ini. st


