By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Pemudik yang Lewat Pesisir Pantura Diharap Waspada Rob
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Pemudik yang Lewat Pesisir Pantura Diharap Waspada Rob

Last updated: 25 Mei 2019 09:37 09:37
Jatengdaily.com
Published: 25 Mei 2019 09:37
Share
Banjir dan rob di pesisir pantura harus diwaspadai saat mudik. Foto: ugl
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) -Selama arus mudik dan balik Lebaran, diprediksi sejumlah tiitk mengalami rob tinggi di sepanjang pantura. Dari pantauan dan analisasi Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Tanjung Mas Semarang ada lima wilayah mengalami rob, karena peningkatan air rob terjadi pada siang hari, yang berpotensi mengganggu pengguna jalan.

“Wilayah yang akan terkena rob tinggi di antaranya ruas jalan pesisir Kabupaten Tegal, Pekalongan, Kendal, kemudian ruas jalan Kaligawe Semarang hingga menuju Sayung, Demak. Maka bagi pengendara mobil, motor dan angkutan darat waspada,” kata Kepala Stasiun Meteorologi kelas II Maritim Tanjung Mas, Semarang, Retno Widiyaningsih di Semarang, jumat (24/5/2019).

Dari informasi yang dihimpun bahwa puncak rob bakal terjadi sejak April hingga Juni nanti dengan waktu sangat relevan. Ini membuktikan bahwa pemudik yang hendak melintas wilayah potensi rob harus waspada.

“Jadi diperkirakan titik puncak air pasangnya di Kota Semarang akan sangat tinggi, dengan waktu diprediksi mulai pukul 11.00 sampai 17.00 WIB,” ujarnya.

Peningkatan air rob kali ini agak berbeda dengan tahun sebelumnya karena dipengaruhi perubahan posisi bulan yang berada sangat dekat dengan matahari. Sedangkan kenaikan air rob akan mulai terasa pada 29 Mei-12 Juni.

“Rob bisa sampai ketinggian 1,1 meter atau naik 70 centimeter dibanding kondisi normal. Kondisinya memang berbeda kalau biasanya malam, sekarang rob terjadi siang hari. Kita mengimbau pemudik mewaspadai hal ini apalagi saat ini masih ada potensi hujan di beberapa wilayah,” jelasnya.

Pihaknya mengimbau kepada pemerintah daerah (Pemda) setempat untuk mengerahkan seluruh pompa untuk menyedot genangan rob di badan jalan. Selain itu juga harus membuat tanggul penahan banjir supaya arus mudik tidak tersendat.

“Seperti tahun lalu, Kementerian PUPR juga menyiagakan pompa di Kaligawe. Harapannya tahun ini juga akan dilakukan tindakan serupa. Sebab ada jalur yang rawan banjir salah satunya di antara Demak dan Purwodadi,” tutupnya. adri-she

You Might Also Like

Pemerintah Longgarkan Kebijakan Pemakaian Masker di Area Terbuka bagi Masyarakat
Wali Kota Desak Penambahan Pompa dan Pengerukan Kolam Retensi untuk Atasi Banjir di Semarang Bagian Timur
Antisipasi Banjir, Mbak Ita Bersama Warga Bersih-bersih Banjir Kanal Barat
Dirjen Menhub: Waspadai Jalur Rawan Longsor Jelang Nataru
Kemah Rohis Virtual Ke-3, Ganjar Ajak Rohis Perkuat Moderasi Beragama
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?