By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Bangun Sumur Bor, Dompet Dhuafa Bantu Kebutuhan Air Warga Desa Suro Banyumas
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Bangun Sumur Bor, Dompet Dhuafa Bantu Kebutuhan Air Warga Desa Suro Banyumas

Last updated: 7 Maret 2021 19:49 19:49
Jatengdaily.com
Published: 7 Maret 2021 19:49
Share
Pembangunan sumur bor di Desa Suro, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Foto: ist
SHARE

BANYUMAS (Jatengdaily.com) – Desa Suro, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, adalah salah satu desa yang sangat rawan kekeringan karena keterbatasan sumber mata air yang dapat ditemukan ataupun digali oleh warga. Pada musim kemarau, desa ini pasti mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan air karena hanya memiliki satu mata air yang digunakan sebagai sumber mata air pada saat kemarau.

Pada kondisi tersebut warga Desa Suro hanya mengandalkan datangnya bantuan air bersih. Sejak beberapa tahun terakhir, Dompet Dhuafa Jawa Tengah berupaya untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut dengan mengirim bantuan air bersih kepada warga-warga. Akhirnya Dompet Dhuafa mencetuskan pembangunan sumur bor.

Sejak peresmian Selasa (2/3/2021), warga di Dusun Gabu Kulon RT 03/RW 04 Desa Suro, menikmati melimpahnya air sehingga dimanfaatkan oleh warga Desa Suro. Turut serta pada peresmian tersebut, turut dihadiri dan saksikan oleh Kepala Desa Suro, Wasdi, Perwakilan Polsek setempat, Willys S, Camat Kalibagor, Arief E, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Imam Subagyo.

“Alhamdulillah dengan adanya sumur bor ini, kami dapat memanfaatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, terutama pada musim kemarau datang warga di Desa ini mengambil air ke sungai jarak tempuh dua kilometer bahkan mengandalkan bantuan air bersih,” ujar Miskam salah satu warga Desa Suro di sela-sela mengambil air di penampungan air bersih hari ini Minggu (7/3/2021).

Air Untuk Kehidupan merupakan sebuah program gagasan Dompet Dhuafa yang bertujuan membantu masyarakat yang sedang mengalami paceklik air dengan prinsip gotong royong. Bentuk Program Air Untuk Kehidupan meliputi pembuatan sumur bor, pipanisasi, dan penampungan air, distribusi air bersih, dan tempat penampungan air hujan.

Direktur Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Purwokerto Dompet Dhuafa Jateng, Tuti Ngudiati mengatakan letak mata air di desa ini ada di salah satu sungai yang juga debit airnya sangat kecil dan kondisinya sangat keruh. Sumur bor dan penampungan air bersih ini dapat digunakan untuk 370 KK dan sekitar 1.500 jiwa di dua RT, yaitu RT 3 dan 4 RW 4 Dusun Gabu Kulon, Desa Suro.

“Proses pembangunan sumur bor telah dilaksanakan dari tanggal 22 Januari 2021 sampai dengan tanggal 13 Februari 2021 dengan kedalaman sumur 70-80 meter, dan penampungan air sebesar 2.000 liter. Kami adakan peluncuran dan peresmian program ini sebagai bentuk publikasi kepada para penerima manfaat yaitu seluruh masyarakat Desa Suro, pemerintah setempat, serta kepada para donatur yang telah menyokong berjalannya program ini,” lanjut Tuti.

Kepala Desa Suro, Wasdi, saat acara tersebut menyampaikan, dahulu pada tahun-tahun yang berlalu, masyarakat Desa Suro memang sangatlah kesulitan mendapatkan air bersih. Apalagi saat musim panas.

Di Desa Suro ini, sebagian besar masyarakatnya berpencaharian sebagai petani dan pengrajin bambu tusuk sate. Petani di sana dikategorikan sebagai petani gurem atau petani dengan lahan sempit dan petani dengan sistem sewa.

Komoditas hasil pertanian Desa Suro yaitu umbi-umbian dan palawija berupa jagung, singkong, ubi jalar dan aneka rempah-rempah. Kondisi ini di dasari oleh kondisi tanah yang tidak memungkinkan untuk ditanami padi. Topografi dari Desa Suro yang merupakan dataran tinggi menyebabkan tidak adanya irigasi untuk pertanian.

“Terima kasih banyak kami sampaikan kepada Dompet Dhuafa dan para donatur yang telah peduli terhadap nasib dan kebutuhan masyarakat wilayah Desa Suro,” ucap Wasdi. yds

You Might Also Like

Peduli Ligkungan, Semen Gresik Gelar Mitigasi Kebencanaan dan Tanam 2.250 Bibit Mangrove
200 Warga Kemijen Berobat Gratis
KPI Pusat Apresiasi Terobosan Radio Kota Wali, Kuatkan Dialog dan Talkshow jadi Andalan
Gerak Cepat, Ketum Kadin Indonesia Anindya Bakrie Bertemu Mentan Amran Sulaiman
Ormas Tionghoa Kembali Salurkan Bantuan Peduli Covid-19, Total 2.000 Ton Beras dan 4 Juta Masker
TAGGED:Banyumasdompet dhuafasumur bor
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?