By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Soal Kartu Merah dari Wasit; Dragan Djukanovic Mengaku Salah dan Emosi
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Soal Kartu Merah dari Wasit; Dragan Djukanovic Mengaku Salah dan Emosi

Last updated: 22 Maret 2021 15:43 15:43
Jatengdaily.com
Published: 22 Maret 2021 15:43
Share
SHARE

SOLO (Jatengdaily.com) – Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic menanggapi memberi tanggapan terkait kartu merah yang diterimanya dari wasit Thoriq Alkatiri, ketika PSIS melawan Barito Putera, di Piala Menpora 2021, Minggu (21/3/2021).

Seperti diketahui di pertengahan babak kedua, Dragan yang tidak puas dengan kepemimpinan wasit Thoriq Alkatiri dari Jawa Barat, menendang bola yang mengarah kepada dirinya.

Akibatnya, coach asal Serbia ini langsung mendapatkan kartu merah dari sang pengadil tersebut, dan Dragan harus keluar dari lapangan lebih cepat sebelum pertandingan usai. Dragan terancam tidak bisa mendampingi PSIS pada pertandingan berikutnya melawan Tira Persikabo, Kamis (25/3/2021).

Dragan mengakui bahwa keputusannya menendang bola memang salah. Namun ia menyoroti kartu merah yang langsung dikeluarkan dari wasit Thoriq.

“Saya akui memang salah keputusan saya menendang bola. Perasaan saya semalam memang sedikit nervous karena sudah lama tidak ada aktivitas kompetisi,” kata Dragan, Senin (22/3) di hotel penginapan tim.

“Akan tetapi, wasit seharusnya memberi peringatan saya terlebih dulu atau paling tidak memberi kartu kuning,” lanjut Dragan.

Mengenai dirinya menendang bola, Dragan beralasan karena setelah melihat salah satu pemainnya yang tergeletak di lapangan, wasit terkesan tidak memperhatikan. Menurutnya, asas fair play dan respect harus ditegakkan di setiap pertandingan sepak bola.

“Saya emosi karena melihat pemain saya dibiarkan tergeletak di lapangan setelah mendapatkan benturan. Kalau sama-sama respect, ketika ada pemain yang jatuh, bola ditendang keluar dan memberi kesempatan pemain untuk mendapat perawatan,” tambah eks pelatih Borneo FC.

Di luar kartu merah yang didapatkan, Dragan sendiri merasa tersanjung dengan aturan protokol kesehatan yang diberlakukan di Piala Menpora 2021. Dia berjanji akan selalu menaati aturan protokol kesehatan demi kebaikan semua insan sepak bola.

“Di luar kartu merah, saya merasa respect dan salut dengan aturan protokol kesehatan. Seperti pada saat wasit memperingatkan saya untuk tetap memakai masker saat memberikan instruksi, itu tidak nyaman, namun harus saya lakukan demi kebaikan bersama,” pungkas Dragan. zia-yds

You Might Also Like

Jadi Cawapres Ganjar, Mahfud MD Akui Tidak Keluar Uang Sepeser pun
Dukungan untuk Mengakselerasi Kinerja Sektor Pariwisata harus Konsisten
Buntut Penggrebegan Produksi Film Dewasa, Polisi Buka Peluang Pemerannya Jadi Tersangka
Seribu Banser Ansor Bakal Kawal Bendum PBNU Mardani di Sidang Tipikor Banjarmasin
Pemerintah Janji Segera Cari Langkah Atasi Kelangkaan Minyak Goreng di Pasaran
TAGGED:dragan djukanovickartu merahpiala menporapsis semarang
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?