By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Varian Delta Hanya Ditemukan di Kudus
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Varian Delta Hanya Ditemukan di Kudus

Jatengdaily.com
Published: 26 Juni 2021 06:46
Share
Ilustrasi
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyebut varian delta hanya menjangkiti Kabupaten Kudus. Dari beberapa sampel yang dikirim dari sejumlah daerah, semua hasilnya negatif varian delta.

“Sampai hari ini, baru yang ada di Kudus. Maka saya minta nanti report terakhir evaluasinya seperti apa. Kemarin sampel untuk genome sequencing hampir semua wilayah di Jateng diambil. Dan yang sudah jadi, hasilnya negatif. Tidak ada varian baru,” kata Ganjar dilansir Sabtu (26/6/2021).

Ditambahkan, meski beberapa daerah ada yang belum keluar hasilnya, namun sebagian besar yang dikirim hasilnya negatif varian delta.

“Kita masih menunggu, tapi mudah-mudahan tidak,” imbuhnya.

Untuk kasus varian baru di Kudus, Ganjar mengatakan sudah dilakukan penanganan dengan ketat. Masyarakat Kudus dan sekitarnya juga diharapkan membantu sekaligus berjaga-jaga.

“Kudus harus dikunci, agar tidak ada penyebaran. Untuk itu, penanganan di sana kita optimalisasi. Istilahnya ada penebalan, baik tenaga kesehatan, layanan kesehatan, alat kesehatan termasuk penebalan TNI/Polri,” terangnya.

Meski varian delta hanya ada di Kudus, namun Ganjar tetap meminta semua daerah untuk siaga. Masyarakat diminta tetap tertib menjalankan 5 M dan pemerintah diminta meningkatkan 3 T (testing, tracing, treatment).

“Digenjot saja, kalau semua daerah merah bisa melakukan itu, maka akan cepat. Begitu ketahuan, segera mikrozonasi. Lockdown tingkat RT harus dilakukan. Sebanyak-banyaknya RT di-lockdown tidak apa-apa, laporkan ke kami nanti akan kami bantu, termasuk bantuan Babinsa/ Bhabinkamtibmas untuk menjaga. Sehingga efektivitasnya bisa optimal,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo mengatakan, hampir semua daerah di Jateng sudah mengirimkan sampel genome sequencing. Namun hasil yang dinyatakan positif varian delta baru Kudus.

“Ada banyak, seperti Semarang, Magelang, Solo, Brebes, Sragen, dan lainnya. Yang positif varian delta sementara baru di Kudus. Memang belum semua hasilnya keluar, termasuk kemarin kami kirim 40 sampel lagi. Waktu pemeriksaannya kan cukup lama, sekitar dua minggu. Jadi kami masih menunggu,” katanya. She

You Might Also Like

Antisipasi Lonjakan Pemudik, Kemenhub Persiapkan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2023
Sekolah di Tegal Aktif 13 Juli 2020, Siswa Baru Masuk Sepekan
Bersinergi Berupaya agar Kesenian Ebeg Banjarnegara Bisa Lestari di Tanah Jawa
Gelapkan Iuran BPJS Ketenagakerjaan Selama 16 Bulan, Oknum Berujung Vonis
Ekonomi Hijau dan Transformasi Digital, Kunci Ganjar Membangun Indonesia Masa Depan
TAGGED:Ganjar PranowoGubernur JatengVarian Deltavarian delta di Kudus
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?