By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Trybuana Tunggal Dewi Rahmadani Juara I Lomba Cipta Puisi Nasional
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Trybuana Tunggal Dewi Rahmadani Juara I Lomba Cipta Puisi Nasional

Last updated: 15 Agustus 2021 18:20 18:20
Jatengdaily.com
Published: 15 Agustus 2021 17:22
Share
Trybuana Tunggal Dewi Rahmadani
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Trybuana Tunggal Dewi Rahmadani (Klaten) terpilih sebagai Juara I Lomba Cipta Puisi Nasional (LCPN) 2021. Dalam lomba yang diumumkan Jumat 13 Agustus 2021 lalu, puisi Trybuana berjudul “Perjalanan Mengenang Paling Panjang” mendapatkan total nilai tertinggi dibandingkan ratusan puisi lain yang dikirim para peserta dari seluruh Indonesia.

Salah seorang dewan juri Gunoto Saparie (Semarang) mengatakan, lomba cipta puisi itu diselenggarakan oleh Prestasi Kita Purwokerto dengan mengambil tema tentang kenangan. Selain dirinya, dua juri lain dalam lomba itu adalah Pringadi Abdi Surya (Palembang), dan Royyan Julian (Surabaya).

“Para juri melakukan penilaian puisi para peserta dengan kriteria orisinalitas atau keaslian, gaya bahasa dan diksi, dan pesan yang disampaikan,” kata Ketua Umum Dewan Kesenian Jawa Tengah ini, Minggu (15/08/2021).

Gunoto menambahkan, sebagai juara kedua dalam lomba cipta puisi itu adalah Dadang Ari Murtono (Mojokerto) dengan karyanya “Tugu Peluru”. Sedangkan juara ketiga diraih oleh Nafi Abdullah (Karanganyar) dengan puisi berjudul “Hatidza, Seorang Ibu Srebrenica”.

Di samping itu, lanjut Gunoto, pesera yang menduduki peringkat keempat dan kelima adalah Adenar Dirham (Jakarta) dan Kurnia Effendi (Jakarta). Mereka menampilkan puisi masing-masing berjudul “Ritus Negeri Batu” dan “Andai Tiada Jalan ke Sana”.

“Ttybuana dengan puisinya ‘Tak Ada Tahun Baru di Kota ini’ pun menduduki peringkat keenam. Memang ada ketentuan dari panitia, peserta boleh mengirimkan lebih dari satu puisi, sehingga memungkinkan mendapatkan dua atau tiga kejuaraan,” ujarnya.

Sedangkan peringkat ketujuh, lanjut Gunoto, diduduki oleh Tito Tri Kadafi (Banten) dengan puisi “Ruang Redaksi Koran Yogyakarta Sebelum 1971”. Peringkat kedelapan Badruz Zaman (Sumenep) dengan karya “Ibukota yang Tabah, Anak Putu yang Ramah”. Peringkat kesembilan Ahmad Ijazi H. (Pekanbaru) dengan sajak “Menimang Kenangan di Tanah Kampung Surga”. Sementara peringkat kesepuluh digapai Budi Saputra (Pekanbaru) dengan puisi “Memorabilia Rempang-Galang”. st

You Might Also Like

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Tinjau Raimuna Nasional XII
Sipir Lapas Nusakambangan Ditemukan Meninggal, Diduga Kecelakaan Tunggal
Perjuangan Ratu Kalinyamat menjadi Pahlawan Nasional Harus Terus Dilanjutkan
Sejumlah Wilayah Waspadai Cuaca Ekstrem Sampai 9 Desember
Pemkab Demak Kembali Cairkan BP RTLH
TAGGED:Asal Klatenjuara nasional cipta puisiLomba Cipta Puisi NasionalPerjalanan Mengenang Paling PanjangTrybuana Tunggal Dewi Rahmadani
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?