By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Banjir Kota Semarang Surut, 209 Jiwa Terdampak
Share
Font ResizerAa
  • ES Money
  • Read History
  • U.K News
  • The Escapist
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Read History
  • Entertainment
  • Science
  • Technology
  • Insider
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Banjir Kota Semarang Surut, 209 Jiwa Terdampak

Last updated: 6 November 2021 10:03 10:03
Jatengdaily.com
Published: 6 November 2021 10:03
Share
Banjir di Kota Semarang. Foto: bnpb
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Banjir yang melanda Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis lalu (4/11), pukul 18.40 WIB, telah surut. Kejadian tersebut dipicu oleh hujan berintensitas tinggi sehingga debit air Sungai Plumbon meluap dan jebolnya tanggul Parapet di wilayah Mangkang Kulon.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D menyatakan, perkembangan genangan yang telah surut tersebut diinformasikan BPBD setempat pada Jumat malam (5/11/2021), pukul 20.00 WIB. Sebelumnya ketinggian muka air saat banjir terjadi berkisar pada 30 hingga 100 cm. Sebanyak 57 KK atau 209 jiwa di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, terdampak peristiwa ini.

“Merespons kondisi pascabanjir, BBWS Pemali Juana akan membangun talud permanen di daerah aliran sungai Plumbun yang berada di kelurahan tersebut. Tanggul sementara dari karung berisi pasir disiapkan untuk mengantisipasi potensi dampak lanjutan. Di samping itu, petugas gabungan dan warga melakukan gotong-royong pembersihan sampah maupun lumpur yang terbawa banjir.,” jelasnya.

Dikaakan, meskipun genangan telah surut, pemerintah daerah dan warga diimbau untuk tetap siaga dan waspada di tengah musim hujan, serta dampak fenomena La Nina. Pantauan prakiraan cuaca BMKG menyebutkan pada dua hari ke depan, Kota Semarang masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

Dilihat dari analisis inaRISK, Kota Semarang termasuk wilayah dengan potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 15 kecamatan berada pada kategori tersebut, salah satunya Kecamatan Tugu. Sedangkan kecamatan lainnya, yaitu Genuk, Pedurungan, Semarang Barat, Semarang Utara, Gayamsari, Semarang Timur, Semarang Tengah, Semarang Selatan, Tembalang, Mijen, Ngaliyan, Gunung Pati, Gajah Mungkur dan Banyumanik. yds

You Might Also Like

34 Pemenang Undian ‘Umrah Marimas 250’ Tunda Berangkat ke Tanah Suci
PLN Icon Plus Lakukan Perbaikan Joint Box Jatuh di SUTT Wates Bantul
Fakultas Hukum USM Bertekad Pertahankan Akreditasi Unggul
Raih Gelar Profesor Kehormatan dari Unissula, Henry Yosodiningrat Optimalkan Pengabdian
Industri Farmasi Didorong Kembangkan Obat Herbal
TAGGED:banjir kota semarangbnpbBPBD Kota Semarangdampak banjir semarangmangkang semarang
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?