Puluhan Tahun Mangkrak Akibat Kebakaran, Pasar Sapi Salatiga Kembali Digunakan

2 Min Read
Pasar sapi Salatiga yang mangkarak akan kembali dimanfaatkan,. Foto: adri

SALATIGA (Jatengdaily.com)- Ratusan pedagang kembali berjualan di Pasar Rejosari atau Pasar Sapi di Kota Salatiga pasca 13 tahun mangkrak akibat kebakaran. Untuk membangkitkan perekonomian pedagang pasar tersebut kembali dibangun dan diresmikan Wali Kota Salatiga Salatiga Yuliyanto.

“Keberadaan Pasar ini diharapkan bisa menjadi sentra perekonomian baru di Salatiga karena membangkitkan para pedagang untuk berjualan kembali dan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Salatiga,” kata Wali Kota Salatiga Yuliyanto saat meresmikan Pasar Rejosari Kota Salatiga, Rabu (23/3/2022).

Menurutnya, Pasar Rejosari atau yang dikenal dengan nama Pasar Sapi, mengalami musibah kebakaran di tahun 2008, sehingga menjadikan pasar ini tidak aktif. Ada sekitar 350 pedagang yang pada saat itu kehilangan tempat kerjanya, yang harus direlokasi ke Pasar sementara dan ke Pasar Andong.

“Pemerintah Kota Salatiga juga telah mengupayakan berbagai langkah untuk membangun kembali Pasar Rejosari ini. Pada tahun 2012, telah disepakati pembangunan, dan alhamdulliah rampung di tahun 2021. Pasar Rejosari kali ini akan ditempati oleh 120 pedagang yang telah terdaftar,” ungkapnya.

Dirinya mengakui bahwa Pasar Rejosari memiliki bangunan baru yang lebih bersih, kokoh, modern dan lebih bagus serta beroperasi kembali.

“Pasar ini akan menopang perekonomian pedagangnya dan menjadi rujukan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan. Setelah diresmikan, kios-kios yang ada bisa disewakan kepada pedagang untuk mengeliatkan dan pemulihan ekonomi di Kota Salatiga,” imbuhnya.

Wali Kota beserta Wakil Wali Kota Muh Haris, dan jajaran forkopimda juga meresmikan Instalasi Bedah Sentral (IBS), Rumah Duka dan Taman Cerdas Kota Salatiga. Pembangunan taman cerdas ini akan memberikan ruang kepada masyarakat terutama anak muda, siswa siswi pelajar untuk gemar membaca.

“ Tidak hanya taman yang kita buat hijau menjadi ruang terbuka hijau, namun kita juga membuat ruang baca. Sehingga akan meningkatkan rasa gemar membaca masyarakat untuk menambah ilmu dan wawasannya,” pungkasnya. adri-she

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.