By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Jemaah Haji Diimbau Tak Bawa Uang Terlalu Banyak
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Jemaah Haji Diimbau Tak Bawa Uang Terlalu Banyak

Last updated: 11 Juli 2019 18:01 18:01
Jatengdaily.com
Published: 11 Juli 2019 18:01
Share
Ilustrasi jemaah haji Indonesia di Madinah Al Munawarah. Foto: kemenag
SHARE

MADINAH (Jatengdaily.com) – Jemaah haji Indonesia mulai berdatangan di kota Madinah Al Munawarah, selama 8 – 9 hari sejak kedatangan, mereka mulai melaksanakan salat Arbain di Masjid Nabawi.

Memasuki hari keenam kedatangan jemaah haji gelombang satu di tanah suci, tercatat sudah 64 kloter tiba di Madinah Al Munawarah. Dilansir Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) pada tanggal 11 Juli 2019 (06.32 WAS) sebanyak 26.007 jemaah haji telah mendarat di Madinah. Sedangkan cuaca Madinah berkisar antara 35 – 45 derajat celcius.

Di sisi lain, Kepala Daerah Kerja Madinah Akhmad Jauhari seperti kutip dari laman kemenag.go.id, berpesan kepada jemaah yang hendak beribadah ke Masjid Nabawi agar tidak membawa uang dalam jumlah berlebihan.

“Sebelum jemaah tiba kita sudah melakukan sosialisasi kepada jemaah utamanya bagaimana jemaah bisa melakukan pengamanan diri. Menjaga barang-barang secara mandiri,” ujar Jauhari seraya mengatakan jangan kemudian jemaah merasa bahwa di tanah suci tidak ada praktik kejahatan.

“Yang namanya kejahatan itu di mana pun ada, termasuk di Masjid Nabawi, apalagi di tengah kerumunan orang banyak, potensi itu selalu ada,” ujarnya.

Ia juga mengimbau jemaah agar tidak mudah percaya kepada orang yang belum dikenal, kecuali petugas dibekali dengan seragam, baju, rompi, topi, dan menggunakan tanda pengenal (id card).

“Atribut id card ini harus selalu melekat di petugas, kalau ada orang yang memakai pakaian seragam tapi tidak pakai atribut perlu diwaspadai,” imbau Jauhari.

Jemaah juga diimbau agar selalu waspada ketika ada seseorang menawarkan jasa penitipan barang dan jemaah disarankan untuk tidak keluar hotel sendirian. “Ketika sendirian, akan menjadi sasaran orang-orang yang akan melakukan niat jahat,” imbuhnya.

Begitu juga dengan perhiasan, ia mengimbau jemaah haji agar tidak menggunakan perhiasan yang mengundang terjadinya kejahatan. “Lebih baik, perhiasannya disimpan saja,” pungkasnya. yds

You Might Also Like

Semen Indonesia Bukukan Pendapatan Rp 8,127 Triliun
Kesehatan Gigi dan Mulut Masih Jadi Tantangan
150 Peserta Parade Kostum Unik Berlaga di Semarang Night Carnival, Simak Rutenya dan Rekayasa Lalu Lintas 
Membaik Pasca Isolasi, Pevita Pearce Ingatkan Selalu 3 M
BI Peduli Pandemi Corona, Sumbang 60 Hazmat dan 4.000 Masker Kain
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?