By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Lima Titik di Kota Semarang Terdampak Banjir Rob, Ketinggian Pasang Laut Capai 2,1 Meter
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Lima Titik di Kota Semarang Terdampak Banjir Rob, Ketinggian Pasang Laut Capai 2,1 Meter

Last updated: 23 Mei 2022 20:39 20:39
Jatengdaily.com
Published: 23 Mei 2022 19:59
Share
ILustrasi: Banjir di kawasan Tanjung Mas akibat limpasan pasang laut. Foto: Polda Jateng/adri
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang mencatat lima titik lokasi terdampak banjir air rob di Kota Semarang bagian utara setinggi 1,5 centimeter, Senin (23/5/2022). Tim kerahkan personel untuk mengevakuasi warga yang terdampak.

“Anggota kami kita sudah terjunkan perahu karet penyelamat guna mengevaluasi tenaga kerja yang masih terdampak banjir di dua perusahaan,” kata Sekretaris BPBD Kota Semarang Winarsono, Senin (23/5/2022).

Dia menyebut beberapa yang tergenang banjir rob depan Pos 1 Tanjung Emas diantaranya depan Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Jalan Coaster, Jalan Deli, Dermaga Nusantara, Terminal Pelabuhan Tanjungg Mas Semarang, Kawasan Lamicitra, Dok Kodja Bahari.

“Jadi untuk ketinggian paling parah kawasan Lamicitra 1,5 meter, Jalan Coastes 55 sentimeter, Jalan M Pardi 40 sentimeter, Jalan Yos Sudarso 50 sentimeter, Jalan Ampenan,” ungkapnya.

Kepala BMKG Tanjung Mas Semarang, Retno Widyaningsih, mengatakan, kejadian naiknya permukaan air laut hingga mengakibatkan limpasan air ke jalan merupakan siklus air pasang yang terjadi, dan untuk kali ini yang terparah karena mencapai 210 centimeter. Kondisi banjir dipicu adanya fase gravitasi pergerakan bulan yang mendekati bumi.

“Ini kejadian paling parah. Kita prediksi limpasan air laut akan terjadi sampai tanggal 25 Mei. Bahkan pukul 16.00 ketinggian pasang laut mencapai 210 centimeter (2,1 meter) kalau normalnya 60 centimeter,” kata Retno Widyaningsih.

Diperkirakan ketinggian air masih akan terjadi hingga tiga hari ke depan, oleh karena itu warga masyarakat diharap waspada akan kemungkinan banjir rob yang terjadi. Bahkan, banjir yang melanda pelabuhan merupakan yang terparah.

“Sebab ada kenaikan gelombang laut di utara Jawa Tengah setinggi 1,25 meter sampai 2,5 meter,” ungkapnya.

Terkait ketinggian banjir bervariasi muncul merata dari kawasan Pantura Tegal, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Semarang dan Sayung, Demak, Pati dan Rembang. Di Semarang, banjir menerjang seluruh titik Pelabuhan Tanjung Emas, kampung nelayan di Tambaklorok dan Tambakrejo serta rumah-rumah warga di Tugu, Mangunharjo dan Mangkang. adri-she

You Might Also Like

Kakanwil Kemenag Jateng Ajak Umat Budayakan Tabayun
Cegah Covid-19, PW DMI Jateng Distribusikan 50 Ribu Karbol ke Masjid
Antisipasi Gelombang Covid-19 Pasca Lebaran, Dinkes Semarang Gencarkan Vaksinasi Booster
Prof Musahadi Dikukuhkan Jadi Guru Besar Bidang Hukum Islam UIN Walisongo
Gubernur Apresiasi Terobosan Baznas Jateng Sejahterakan Masyarakat
TAGGED:1 Meterbanjir robBPBD Kota SemarangKetinggian Pasang Laut Capai 2Lima Titik Terdampak Banjir Robrob semarang
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?