DEMAK (Jatengdaily.com) – DPC PDIP Kabupaten Demak mengadakan ‘Bakar Ikan Bersama dan Pagelaran Wayang Kulit ‘, Minggu (26/6). Selain rangkaian agenda Bulan Bakti Bung Karno, kegiatan yang berlangsung di halaman bakal Kantor DPC PDIP Kabupaten Demak Jalan Lingkar Desa Mranak Kecamatan Wonosalam itu dimaksudkan pula sebagai dukungan program pemerintah mengatasi stunting.
“Sekaligus nguri-uri budaya Jawa peninggalan Kanjeng Sunan Kalijaga, yang menggunakan wayang kulit sebagai media penyebaran ajaran Islam,” kata Ketua DPC PDIP Kabupaten Demak yang juga Ketua DPRD HS Fahrudin Bisri Slamet (FBS).
Lebih lanjut disampaikan, Demak sebagai daerah dengan potensi perikanan yang berlimpah mestinya menjadikan warganya surplus gizi. Sehingga kasus stunting yang salah satu indikatornya akibat kekurangan gizi, tidak perlu ditemukan di Kota Wali.
“Sebagaimana pernyataan Bung Karno dalam ‘dedication of life’-nya, ‘Sebagai manusia biasa, saya tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. Hanya kebahagiaanku ialah dalam mengabdi kepada Tuhan, kepada tanah air, kepada bangsa.’ Acara bakar ikan bersama ini, sebagai bentuk pengabdian kami mendukung program pemerintah dalam upaya menangani stunting atau gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi,” urai FBS.
Sementara wayang kulit dengan lakon ‘Kunti Pitutur Luhur’ besutan Ki Dalang Bayu Adji dimaksudkan sebagai bagian upaya melestarikan tradisi leluhur, utamanya di Bulan Apit yang dikenal dengan sebutan Apitan. Sekaligus nguri-uri budaya peninggalan Sunan Kalijaga, salah seorang Walisanga yang menggunakan akulturasi budaya dalam penyebaran ajaran Islam di bumi Jawa Dwipa.
“Dewi Kunti adalah ibunda Ksatria Pandawa. Pitutur luhurnya tentu lah sangat bijaksana dan penuh nilai, seperti halnya Pancasila yang disampaikan Bung Karno pada pidato perdananya tentang five principle of life. ‘Aku tidak mengatakan, bahwa aku menciptakan Pancasila. Apa yang kukerjakan hanyalah menggali jauh ke dalam bumi kami, tradisi-tradisi kami sendiri, dan aku menemukan lima butir mutiara yang indah. Itulah Pancasila’,” kata FBS.
Kebetulan, lanjutnya, Bupati Demak saat ini adalah seorang ibu. Maka diharapkan, pada kepemimpinan dr Hj Eisti’anah akan terlahir para ‘Ksatria’ unggul yang mampu menorehkan prestasi, dan membawa Kabupaten Demak lebih maju, sejahtera dan bermartabat.
Gayung bersambut, Bupati Eisti’anah yang hadir sebagai Kepala Daerah sekaligus kader PDIP, spontan menyambut ajakan gemar makan ikan bersama pada rangkaian agenda bulan bakti Bung Karno oleh DPC PDIP Kabupaten Demak sebagai bentuk dukungan pada program pemerintah menekan angka stunting.
“Saya yakin Mbah Sunan Kalijaga pun akan remen ing penggalih, karena Banteng-banteng Muda Kota Wali begitu antusias melestarikan budaya leluhur dengan gelaran wayang kulit pada tradisi Apitan. Bangsa besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan pendahulunya. Termasuk nguri-uri warisan budaya dan tradisi, sehingga tak terkikis oleh kemajuan jaman,” kata bupati.
Hadir sebagai tamu undangan Ketua DPRD Demak tersebut, Pj Sekda H Eko Pringgolaksito berikut sejumlah kepala OPD, kader PDIP mulai dari DPC, PAC hingga anak ranting. Serta beberapa anggota DPRD Demak lintas partai. rie-yds
0



