SEMARANG (Jatengdaily.com) – Rencana Pemkot Semarang akan melakukan penutupan lokalisasi Sunan Kuning (SK), kini sudah semakin dekat. Ibarat, tinggal menghitung hari. Pengurus lokalisasi Sunan Kuning Semarang Suwandi Eko Putranto, Kamis (1/8/19) minta agar pemerintah bijak dalam menutup Lokalisasi SK. Apalagi, kegiatan porstitusi di lokalisasi tersebut telah menjadi sumber kehidupan bagi warga binaan dan masyarakat sekitar.
“Kalau pun ditutup, kami minta hanya prostitusinya saja, sedangkan usaha karaoke dan lainnya seperti kuliner tetap dapat berlangsung untuk sumber pendapatan masyarakat dan ratusan warga binaan,” pinta Suwandi.
Ia setuju saja jika Pemerintah Kota Semarang akhirnya menutup Resos Argorejo. Namun, usaha karaoke dan kuliner tetap boleh beroperasi sebagai mata pencaharian warga.
“Kami minta Pemerintah bijaksana menutup Resos Argorejo, karena menyangkut mata pencaharian 475 warga binaan dan masyarakat sekitar,” imbuhnya.
Di sisi lain, menurut Suwandi penutupan kegiatan rostitusi sebaiknya dilakukan secara matang, yakni dengan memberikan pelatihan keterampilan pada warga binaan dan masyarakat terdampak.
“Jangan sampai seusai ditutup akan menimbulkan permasalahan baru seperti pengangguran dan kemiskinan serta kerawanan kejahatan sosial,” tegasnya.
Dikatakan, pemerintah diharapkan menutup lokalisasi Argorejo secara manusiawi, yakni secara bertahap dengan diberikan pelatihan wirausaha dan edukasi keagamaan serta sosial. Suwandi khawatir, jika rencana penutupan lokalisasi SK dilakukan secara seketika akan menimbulkan gejolak masyarakat Argorejo. Ugl–st


