PEKALONGAN (Jatengdaily.com)- Program Studi Perencanan Tata Ruang Wilayah dan Kota (PTRWK) Kampus Pekalongan Universitas Diponegoro (Undip) mendorong masyarakat di Desa Tanjung, Pekalongan untuk mengolah sampah organik dan kotoran ternak menjadi pupuk sebagai salah satu media tanam dengan adanya kegiatan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M).
Acara yang berlangsung di Kampus Pekalongan tersebut telah diselenggarakan pada 30 Oktober 2022 dan mendapat antusiasme warga. Banyak dari masyarakat ikut berpartisipasi dalam kegiatan praktek pembuatan pakan ternak dalam kesempatan itu.
Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat ini dihadiri oleh seluruh tim pengabdian, perangkat desa Tanjung Kulon dan masyarakat di Desa Tanjung Kulon khususnya para pemilk ternak dan petani dengan jumlah peserta sejumlah 27 orang. Acara ini juga dihadiri oleh perangkat Desa Sabarwangi yang juga berpartisipasi dalam kegiatan pelatihan tersebut.
Baca Juga: Polisi Diduga Selingkuh di Purworejo Akhirnya Dipecat
Deny Aditya Puspasari selaku ketua tim pengabdian mengatakan, adanya antusiasme masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi modal utama dalam kegiatan ini. Ke depan diharapkan masyarakat dapat meningkatkan pendapatan khususnya untuk meningkatkan potensi bidang pertanian dan peternakan yang ada di Desa Tanjung Kulon.
“Tujuan dari diadakannya Program Pengembangan dan Pemberdayaan ini adalah untuk mengajak masyarakat memanfaatkan potensi peternakan dan pertanian yang ada untuk bisa dimanfaatkan kembali secara lebih ramah lingkungan. Selain itu, harapan ke depannya dengan adanya potensi pengolahan limbah peternakan juga dapat dimanfatakan oleh masyarakat untuk meningkatkan pendapatan khususnya masyarakat yang bekerja sebagai petani dan pemilik ternak,” jelasnya dalam rilisnya, Rabu (9/11/2022).
Kegiatan pengabdian ini dibagi menjadi tiga sesi. Pada sesi pertama yaitu penyampaian materi terkait Komposisi pembuatan pakan ternak yang disampaikan oleh Dr. Ir. Marry Christiyanto, M.P., I.P.M. Pada sesi ini masyarakat khususnya para pemilik ternak yang ada di Desa Tanjung Kulon diberikan arahan mengenai komposisi pakan ternak yang baik untuk menghasilkan pupuk kandang yang memiliki kualitas baik.
Baca Juga: Pelaku Video Mesum Kebaya Merah Ditangkap di Medokan Surabaya, Motif Masih Didalami Polisi
Sesi selanjutnya adalah penyampaian materi mengenai pembuatan pupuk cair organik yang mana pada sesi ini disampaikan oleh Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt, M.Si., IPM. Pada materi tersebut masyarakat diberikan pemahaman bagaimana cara membuat pupuk cair organik, bagaimana melakukan pengemasan dan memasarkan pupuk tersebut. Selain itu, masyarakat juga diberikan contoh penggunaan beserta manfaatnya dari pupuk organik untuk meningkatkan produksi hasil pertanian yang dimiliki oleh warga.
Setelah penyampaian materi oleh para narasumber kemudian pada sesi ke tiga selanjutnya masyarakat diajak untuk mempraktikkan membuat pakan ternak yang baik beserta cara membuat pakan ternak dengan kualitas yang baik dan membuat pupuk organik yang dibuat dari kotoran ternak.
”Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti pelatihan tersebut dikarenakan dengan adanya pelatihan ini masyarakat bisa mendapatkan pendapatan lebih dengan meningkatkan kualitas dari hewan ternak yang mereka miliki. Tidak lupa di akhir kegiatan masyarakat juga diberikan hasil pupuk organik yang telah dibuat dengan contoh kemasan yang lebih menarik untuk dijual,” jelasnya. she


