By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Banjir Rob Rendam Tiga Kecamatan di Pekalongan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Banjir Rob Rendam Tiga Kecamatan di Pekalongan

Last updated: 3 Desember 2022 19:44 19:44
Jatengdaily.com
Published: 3 Desember 2022 18:43
Share
Banjir rob di Kabupaten Pekalongan. Foto: bpbd pekalongan
SHARE

PEMALANG (Jatengdaily.com) – Banjir rob atau pasang air laut melanda wilayah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah Jumat (2/12/2022). Rob tersebut berdampak pada sekitar 1.272 KK atau 3.900 jiwa.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D dalam keterangan tertulis Sabtu (3/12/2022) menyebutkan, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan tercatat sebanyak 62 jiwa mengungsi.

Daerah terdampak mencakup tiga kecamatan, di antaranya, Desa Tegaldowo, Desa Karang Jompo, Desa Jeruksari, Desa Pacar, Desa Sambotejo di Kecamatan Tirto. Selanjutnya, Desa Blancanan, Desa Depok di Kecamatan Siwalan dan Desa Wonokerto, Desa Pencakar di Kecamatan Wonokerto.

“Merespon hal tersebut, BPBD Kabupaten Pekalongan melakukan upaya penanganan darurat banjir seperti melakukan pendataan, evakuasi warga terdampak, penyaluran bantuan logistik dan membuat tanggul sementara dari karung goni sebagai penahan ombak air pasan,” ungkapnya.

Adapun BPBD bersama perangkat daerah setempat melakukan pelaporan secara berkala untuk memantau lokasi kejadian.

Menurut kajian InaRISK, Kabupaten Pekalongan memiliki tingkat bahaya gelombang dan abrasi sedang hingga tinggi. Empat kecamatan masuk dalam kategori tersebut dengan luas bahaya sebesar 23.118 hektar.

BNPB mengimbau masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir maupun area permukiman dengan potensi gelombang tinggi dapat meningkatkan kewaspadaan.

Pemerintah daerah dan masyarakat juga dapat mempersiapkan rencana kesiapsiagaan dan mitigasi bencana dengan membuat sistem peringatan dini sederhana untuk mendeteksi gelombang tinggi, membuat penahan atau pemecah ombak serta rencana evakuasi jika terjadi banjir rob susulan. yds

You Might Also Like

Pelaku Jual Data Nasabah BCA di Darkweb Ditangkap, Motifnya Ekonomi dan Sakit Hati
Kemarau di Jateng Mulai Mei dan Puncaknya Agustus 2025
Pengusaha Pabrik Buku Tulis Terkenal di Solo Dituntut 4 Tahun Penjara di PN Surakarta
Pemerintah Tetapkan 16 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama di Tahun 2022
DPRD Minta Pemerintah Beri Ruang agar Seni Reog Tetap Eksis
TAGGED:banjir robbnpbbpbd pemalangPemalang
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?