By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Waspadai, Anak Muda Dijadikan Sasaran Perekrutan Kelompok Teroris
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Waspadai, Anak Muda Dijadikan Sasaran Perekrutan Kelompok Teroris

Last updated: 8 Maret 2023 07:42 07:42
Jatengdaily.com
Published: 8 Maret 2023 07:42
Share
Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar. Foto: BNPT
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkap anak muda menjadi target teroris atau radikalisme untuk direkrut di era digital. Adapun pola perekrutan kelompok radikal dilakukan menyesuaikan perkembangan zaman yakni lewat media sosial (medsos).

“Biasanya yang kita amati banyak melalui sosial media. Generasi muda Indonesia adalah generasi radikal, mereka bisa mengakses luas ke berbagai sumber informasi,” kata Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar di Semarang, Selasa (7/3/2023).

Dia menjelaskan biasanya kelompok radikal selalu mengumandangkan narasi narasi berbau ideologi terorisme yang masuk ke kalangan mahasiswa.

“Biasanya narasi berbasis ideologi terorisme yang karakternya intoleran, menyalahgunakan nilai agama, menghalalkan kekerasan, anti kemanusiaan, anti keberagaman,” ungkapnya.

Sedangkan untuk target kelompok intoleran menyasar kaum muda atau mahasiswa. Sebelum menyebarkan paham radikal dan terorisme mereka ingin menghubungi target yang disebarkannya
Paham radikal dan teroris.

“Jadi sudah ditargetkan, dia mendiseminasi nomor-nomor yang sudah ada. Siapa pemegang itulah mereka kerjasama teknik diskriminasi diantaranya bila ada tertarik dengan pola penyebaran bisa ikut. Tapi fakta menunjukkan bahwa siapa yang pernah berurusan hukum teroris, itu biasanya pernah tersambung dalan sebuah komunikasi,” ujarnya.

Nantinya ke depan literasi digital bakal terus dijalankan oleh seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh berita hoax terutama narasi-narasi bernada kebencian.

“Kita terus dijalankan oleh semua pihak agar tidak mudah dipengaruhi informasi bersifat nada kebencian kepada kelompok agama entitas tertentu. Kelompok pengusung ideologi teroris mereka ingin anak bangsa satu sama lain pecah hingga bermusuhan membuat disintegrasi, harus kita waspadai,” pungkasnya. adri-she

You Might Also Like

Bandara Ahmad Yani Semarang Kembali Ditetapkan sebagai Bandara Internasional
Presiden Prabowo Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada 10 Tokoh, Ada Soeharto dan Gus Dur
Eril, Anak Kang Emil yang Terseret Arus & Hilang di Sungai Aare Masih Belum Ditemukan
Ratusan Santri Ikuti Gebyar Pawai Sambut Ramadan 1446 H di Ponpes Life Skill Daarun Najaah Semarang
Minimalkan Pemalsuan Dokumen, Wabup Demak Dukung Sosialisasi Sertifikat Tanah Elektronik
TAGGED:Badan Nasional Penanggulangan Terorismeoy Rafli Amarperekrutan terorisme
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?