By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Separuh Jemaah Haji Jateng/DIY Sudah Kembali ke Tanah Air
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Separuh Jemaah Haji Jateng/DIY Sudah Kembali ke Tanah Air

Last updated: 3 September 2019 15:43 15:43
Jatengdaily.com
Published: 3 September 2019 15:43
Share
Jemaah Haji Indonesia 2019. Foto: dok. kemenag
SHARE

BOYOLALI (Jatengdaily.com) – Separuh lebih jemaah haji asal Jawa Tengah/DIY siudah kembali ke Tanah Air lewat Debarkasi Adi Soemarmo Boyolali. Total sudah 19.345 haji dari 54 kelompok terbang (kloter), yang sudah pulang.

Dari jumlah itu berarti sekitar 55,6 persen jumlah jemaah haji Jateng/DIY yang sudah pulang. Menurut data terkini dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) di Asrama Haji Donohudan Boyolali, hingga Selasa pukul 09.00 WIB, dilaporkan ada tambahan satu haji asal Jateng meninggal dunia di Tanah Suci, sehingga menjadi 57 orang.

Staf Khusus Menteri Agama Hadi Rahman puncak haji telah usai, hampir separuh dari jemaah haji Indonesia telah kembali ke tanah air. Tetapi tidak semua jemaah haji menyadari, bahwa sesungguhnya dalam prosesi haji, para jemaah telah melakukan setidaknya 5 (lima) aspek penting

“Aspek yang pertama adalah ibadah, (ibadah haji) sebagai rukun yang terakhir, tidak semua orang punya kesempatan untuk bisa berhaji,” ujar Hadi seperti dikutip laman kemenag.go.id.

Hadi menuturkan bahwa dalam aspek ibadah, para jemaah haji telah melaksanakan rangkaian ibadah dimulai dari umrah sampai dengan ibadah puncak, yaitu Arafah, Muzdalifah dan Mina sampai dengan ibadah (salat) arbain di Madinah.

Aspek kedua, ziarah yakni melakukan kunjungan ke tempat-tempat bersejarah yang banyak diceritakan ketika manasik.

“Di situ bapak ibu bisa belajar tentang tempat-tempat yang mungkin hanya bisa mendengar dari cerita-cerita tapi sekarang bisa melihat langsung,” imbuhnya.

Kemudian, ia menambahkan aspek lain, yakni aspek tijarah atau perdagangan. “Bapak, ibu sekalian bisa menyaksikan di sini perdagangan, eskpor-impor dari berbagai negara,” ujarnya.

Menurutnya, selama berhaji, para jemaah haji sebenarnya telah terlibat dalam perdagangan internasional. Karena bisa menikmati aneka olahan kuliner dari berbagai negara, berbelanja aneka produk dari negeri lain. “Demikian juga dengan para jemaah haji dari negara lain, mereka bisa berbelanja barang-barang yang masuk dari Indonesia,” tuturnya.

Kemudian ia menambahkan aspek selanjutnya yakni Rihlah. “Kita telah menjelajah, mengunjungi tempat-tempat bersejarah bukan sekedar mau berkunjung saja tetapi kita juga belajar tentang banyak hal,” imbuhnya.

Hadi mengatakan bahwa dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah, sesungguhnya, para jemaah haji tengah melakukan rihlah ilmiah, karena dapat memperoleh pengetahun mengenai tempat yang dikunjungi.

Sedangkan aspek terakhir dalam berhaji adalah nasehat, menurut Hadi, seluruh rangkaian kegiatan, aktivitas haji merupakan nasehat untuk seluruh umat. “Ad diiin nasihah, agama itu nasehat, ketika kita menjalankan ajaran agama, ketika kita menjalankan ibadah, maka di situ kita menjalankan nasehat,” tuturnya.

“Salah satu cara melaksanakannya adalah bermusahabah, apakah kita lebih baik dari hari kemarin dan apa yang kita lakukan besok supaya bisa lebih baik dari hari kemarin. Ini adalah salah satu ciri kemabruran dalam berhaji,” pungkasnya. yds

You Might Also Like

Bawaslu Semarang Waspadai Politik Uang Saat Pilkada
Dukung Program MBKM, Inkindo Gandeng Untag dan Sejumlah Perguruan Tinggi
Berikut Rekayasa Perjalanan Kereta Api Menyusul Banjir di Km 32+5/7 Petak Jalan Gubug-Karangjati
Prodi Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur Sekolah Vokasi Undip Hadirkan Penguji Eksternal dari Universitas Luar Negeri
Penumpang di Bandara Ahmad Yani Semarang Naik 21 Persen, Pasca Diterapkan Rapid Antigen
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?