SEMARANG (Jatengdaily.com) – Ratusan mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta) Unwahas Semarang mendapatkan pencerahan ilmu baru di bidang teknologi produktivitas tanaman pangan. Kehadiran Kepala Biro Pertanian DPP Partai Demokrat (PD) Amal Alghozali yang didapuk menyampaikan materi kuliah umum mendapatkan atensi yang luar biasa.
Amal yang pernah menjadi presenter di TPI dan berpengalaman menjadi wartawan di KR ini pun, membakar semangat dan memberikan motivasi kepada para mahasiswa Unwahas dalam suasana rileks dan penuh dengan keakraban. Dengan gayanya yang khas saat menjadi presenter, mahasiswa pun didekati untuk diajak berdialog.

”Saya pernah belajar di banyak negara, ternyata kunci belajar yang mudah dan efektif bisa masuk otak adalah harus dalam suasana gembira. Oleh karenanya pada kuliah umum kali ini kalian harus bergembira, saya coba memulainya dengan gerakan agar kalian tetap senang,” ujar Amal memulai berdialog pada kuliah umum di Fakultas Pertanian Unwahas, Sabtu (30/09).
Setelah pemanasan dengan gerakan yang rileks, Amal yang juga penggagas Indonesia Berkebun itu pun mendorong mahasiswa untuk terjun ke sektor pertanian. ”Sebenarnya pilihan kalian masuk di Fakultas Pertanian ini merupakan pilihan yang paling benar. Pingin Tahu? Boleh teman kalian di luar sana yang membanggakan pilihannya di fakultas yang lagi tren, misalnya Elektro, tetapi ujung-ujungnya mereka pasti butuh pangan,” ujar Amal.
Untuk memompa semangat mahasiswa, Amal lantas menawarkan kepada para mahasiswa magang di perusahaannya. ”Siapa di antara kalian yang berminat magang di perusahaan saya”, para mahasiswa pun serentak menjawab, saya mau Pak,” katanya.
Pada kuliah umum bertema ”Teknologi Peningkatan Produktivitas Tanaman Pangan Lokal dan Strategi Pemasaran Digital di Era Industri 4.0″ , Amal Alghozali memaparkan, pilihan mahasiswa masuk di Fakultas Pertanian sudah benar. ”Catat ya, semua orang butuh makan. Walaupun dia bekerja di bank, dan di mana saja mereka butuh makan,” ujarnya.
Menurut Amal, ketersediaan pasokan pangan ini penting, karena bisa mempengaruhi berbagai hal, termasuk politik. Ketika pasokan pangan tersendat, akan berpengaruh pada harga tidak stabil, maka akan berdampak pada inflasi dan jumlah orang miskin meningkat. Jika orang miskin bertambah, maka stabilitas politik terganggu.
Baca Juga: Ganjar Tertarik Mobil RI-1 Concept di IMLE 2023
”Indonesia pernah terjadi dan mengalami kelangkaan pangan pada tahun 1960-an. Karena bahan makanan langka, penjarahan terjadi di mana-mana dan dampaknya keamanan terganggu. Oleh karena itu, kita harus berkaca pada pengalaman pahit di masa lampau,” ujar Amal.
Amal Alghozali meyakini sektor agrikultura memiliki peranan kunci dalam pembangunan. Ke depan pertanian merupakan sektor strategis dalam penyediaan pangan. “Saatnya mempromosikan kesadaran masyarakat untuk berkebun serta memberikan edukasi seputar budi daya pangan dan hortikultura,” katanya.
Dekan Fakultas Pertanian Unwahas, Dr Rossi Prabowo SSi MSi mengatakan, Faperta Unwahas berkomitmen mewujudkan pendidikan pertanian berkelanjutan. Oleh karenanya, Faperta Unwahas memfasilitasi mayarakat yang hendak mengenyam pendidikan sarjana melalui jalur beasiswa, baik itu dari jalur berprestasi dari yayasan Wahid Hasyim, KIP, dan beasiswa Baznas.
”Indonesia sebagai negara agraris, mayoritas penduduknya bekerja di sektor pertanian. Namun sebagai negara agraris dan maritim tak serta merta membuat para petani dan nelayan sejahtera. Hal ini menjadi tantangan ke depan,” ujarnya.
Pad akhir kuliah umum dilakukan penandatanganan kerja sama antara Dekan Faperta Unwahas, Dr Rossi Prabowo SSi MSi dengan Owner PT SMS Indoputra, Amal Alghozali. St


