By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Reading: Unissula Selenggarakan Lokakarya Imsakiyah Ramadhan 1445
Share
Font ResizerAa
Search
  • Home
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
  • My Bookmarks
Have an existing account? Sign In
Follow US
NewsPendidikan

Unissula Selenggarakan Lokakarya Imsakiyah Ramadhan 1445

Jatengdaily.com
Published: 23 Februari 2024 12:28
Share
Lembaga Kajian dan Pengamalan Islam (LKPI) Unissula bersama Fakultas Agama Islam (FAI) Unissula menyelenggarakan lokakarya imsakiyah Ramadhan 1445 H pada Kamis (22/2/2024).. Foto: dok
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)- Lembaga Kajian dan Pengamalan Islam (LKPI) Unissula bersama Fakultas Agama Islam (FAI) Unissula menyelenggarakan lokakarya imsakiyah Ramadhan 1445 H pada Kamis (22/2/2024). Wakil rektor III Unissula Muhammad Qomaruddin ST MSc PhD menyampaikan lokakarya imsakiyah adalah kegiatan rutin Unissula dalam menyambut Ramadhan.

“Lokakarya ini dalam rangka kegembiraan kita dalam menyambut Ramadhan untuk mengetahui awal Ramadhan, karena lokakarya imsakiyah ini biasa yang menyelenggarakan adalah UIN Walisongo, UIN Salatiga, Pekalongan, dan Unissula ini yang selalu ditunggu-tunggu untuk segera mengeluarkan jadwal awal Ramadhan,” jelasnya dalam sambutan sekaligus membuka acara lokakarya.

Drs KH Slamet Hambali MSI menyampaikan dalam menentukan awal Ramadhan 1445 H dengan kriteria tinggi hilal minimal 3 dengan elongasi 6,4. “Maka awal Ramadhan dimulai tgl 12 Maret. Ini sudah disepakati oleh semua ormas Islam yang ada di Indonesia, kecuali Muhammadiyah yang mengawali Ramadhan di tgl 11 Maret,” jelas ahli falak nasional tersebut.

Selanjutnya Dr Muchamad Choirun Nizar SHI Shum MHI menjelaskan beberapa kriteria yang menyebabkan perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan. “Ada empat kriteria terkenal yang menjadikan perbedaan penentuan awal bulan Ramadhan,” jelasnya.

Keempat kriteria tersebut adalah ijtima’ qoblal ghurub, yaitu bertemunya bulan dan matahari terjadi sebelum matahari terbenam. Kedua rukyat bil fi’li yaitu upaya melihat hilal dengan yang dilakukan secara langsung setelah matahari terbenam. Ketiga wujudul hilal, yaitu menggungakan dua metode, yaitu ijtimak telah terjadi sebelum matahari terbenam, dan bulan terbenam setelah matahari terbenam. keempat imkan rukyat yaitu posisi hilal sedemikian rupa yang menurut pengalaman di lapangan hilal dapat dilihat dengan mata telanjang. she

 

You Might Also Like

Mangrove Jadi Energi Baru Nelayan, PNJ Demak Latih Pembuatan Bioetanol dan Perawatan Mesin Perahu
BNNP Jateng Musnahkan Puluhan Kilogram Narkotika dari TKP Semarang, Magelang, Banyumas, dan Tegal
Sudah Tak Serumah Lagi, Nathalie akan Cerai dengan Sule?
Calon Mahasiswa Kuliah Gratis Unpand dari Berbagai Kota Mulai Berdatangan
Nomor WhatsApp Kasatpol PP Dihacker, Minta Transfer 10 Juta Wartawan Balaikota
TAGGED:Lokakarya Imsakiyah RamadhanUnissula
Share This Article
Facebook Email Print
© jatengdaily.com. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?