By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Seorang Pekerja di Slawi Meninggal Kejatuhan Besi Saat Bongkar Tower Setinggi 50 Meter
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Seorang Pekerja di Slawi Meninggal Kejatuhan Besi Saat Bongkar Tower Setinggi 50 Meter

Last updated: 21 Maret 2024 11:56 11:56
Jatengdaily.com
Published: 21 Maret 2024 11:56
Share
Tim Basarna saat siapkan evakuasi seorang pekerja di Slawi yang kejatuhan besi saat Bongkar tower setinggi 50 meter. Foto: Basarnas
SHARE

SLAWI (Jatengdaily.com)- Seorang pekerja, Muhammad Aris (39 tahun) meninggal saat melakukan pembongkaran sebuah bekas tower seluler setinggi 50 meter di Dukuhwringin, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal.

Kejadian tersebut menimpa korban yang merupakan warga Sumber Pucung, Kabupaten Malang pada Rabu (20/3/24) pagi sekitar pukul 09.30 WIB.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Basarnas Semarang Budiono, pada pagi itu sebanyak tujuh pekerja bongkaran tower hendak membongkar tower seluler yang sudah tidak terpakai. Korban saat itu mendahului yang lain naik duluan untuk melepas besi tower.

Setiba di atas tower, korban langsung melakukan pelepasan baut. Saat melepas salah satu besi yang berada di atas, tiba-tiba besi tersebut terjatuh dan menimpa leher korban.

“Posisi leher korban terjepit diantara dua besi sehingga diduga ada cedera fraktur pada tulang leher yang mengakibatkan kematian,” ungkap Budiono.

Petugas dari Basarnas Unit Siaga SAR Pemalang harus ekstra hati-hati saat mengevakuasi korban. Hal tersebut karena medannya berbahaya di ketinggian 50 meter dimana ada kesalahan bisa berakibat fatal.

“Tim harus memposisikan diri aman dahulu sebelum mengevakuasi korban. Besi yang harus disingkirkan dari tubuh korban juga cukup berat mencapai puluhan kilogram sehingga butuh kehati-hatian,” tambah Budiono dalam keterangannya.

Setelah tiga jam tim berjibaku, akhirnya korban berhasil dievakuasi dari atas. Berdasarkan kesaksian dari rekan korban, saat kejadian sebenarnya korban masih hidup dan sempat berteriak minta tolong. Namun karena diduga kehabisan nafas dan juga ada cedera leher, korban diperkirakan sudah meninggal saat tim SAR mencapai lokasi.

“Saat tim tiba di atas, korban sudah tidak bernafas lagi. Setelah berhasil dievakuasi, selanjutnya Korban dibawa ke RS Soesilo Slawi untuk divisum,” pungkas Budiono.

Selanjutnya, korban pun diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan. she

You Might Also Like

Kebaya Tetap di Hati Kartini Indonesia – dari Gelaran Pesona Kebaya Nusantara Margaria
Iwan dan Imam Resmi Calon Ketua PWI Jateng, Siap Adu Visi 18 Oktober Mendatang
Cegah Perluasan Covid-19, BINDA Jateng Dorong Vaksinasi Booster
Dosen PBSI Unissula Gerakkan Literasi lewat PKM
500 Narapidana Lapas Kedungpane Semarang Isolasi Mandiri, Gara-gara Petugas Reaktif
TAGGED:basarnas semarangpekerja meninggal Bongkar Tower
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?