By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Kauman Melekat dengan Kampung Parfum
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Kauman Melekat dengan Kampung Parfum

Last updated: 7 November 2019 17:00 17:00
Jatengdaily.com
Published: 7 November 2019 17:00
Share
Kampung Parfum Kauman Semarang Tengah. Foto: Ugl
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com) — Aroma bau wangi-wangian berkelas  dapat kita rasakan ketika, kita melintas di samping selatan Masjid Agung Semarang (MAS) di kawasan Johar Semarang Tengah.

Di kawasan Masjid Agung Semarang yang melekat dengan nama masjid Kauman ini, memberikan kesan kita berada di kota santri.

Para pedagang parfum yang lekat bau wangi menghiasi dihampir pertokoan di Kauman.

Para pedagang parfum di toko-toko juga dilengkapi dengan pedagang oleh-oleh ibadah haji atau umroh ke tanah suci.

Para PKL di pinggir jalan juga menyajikan dagangan yang semuanya berbau muslim, ada tasbih, kopiah, baju Koko dan lain-lain.

Perkampungan di sekitar Kauman itu juga banyak orang yang mengenaIinya sebagai kampung parfum karena banyak pertokoan yang menjual berbagai aroma pewangian.

Banyaknya penjual minyak wangi di sekitar kawasan Masjid Kauman Semarang, tepatnya di samping dan belakang Masjid, membuat daerah tersebut kerap disebut Kampung Parfum.

Benar saja, saat ayosemarang.com berkesempatan mengunjungi Kampung Parfum, terlihat banyak sekali toko-toko yang menjual bibit minyak wangi. Banyaknya toko minyak wangi membuat terkadang kami mencium aroma wangi.

Warga asli Kauman, Bustomi (19) mengakui bahwa, Kauman layak mendapat predikat kampung Parfum Semarang. Kampung ini sering menjadi jujugan masyarakat untuk membeli bibit minyak wangi.

“Baik bibit pewangi itu  untuk kebutuhan  pribadi atau akan dijual kembali. Dulu sekitar tahun 1980-an, pedagang yang jualan minyak wangi, relatif sedikit,” ucapnya.

Kemudian, pada tahun 1990, Kauman mulai dikenal jadi pusat pedagang  minyak wangi, hingga terkenal sampai sekarang. Lalu,  di sini melekat dengan nama Kampung Parfum,” ujarnya, Kamis (7/11/2019).

Menurutnya, nama Kampung Parfum lantaran banyak aroma pewangian, seperti aroma kopi, buah-buahan, aneka bunga, kue-kue, hingga wangi seperti parfume kenamaan ada di Kampung Parfum Kauman.

“Pembeli punya banyak pilihan aroma. Kalau untuk perempuan, di sini paling banyak disukai wanita yaitu wangi segar seperti Avril. Kalau laki-laki lebih banyak yang suka Bulgari outdor,” ucapnya.Ugl–st

You Might Also Like

Silaturrahmi Idul Fitri 1442 H, Dirut SG Apresiasi Kinerja Karyawan
Sepur Kluthuk Jaladara Siap Ngetrip Lebih Jauh
Kedokteran Unwahas Studi Banding Akreditasi Unggul ke Unissula
Buka Serentak di 12 Titik, 3Kiosk Terus Perluas Layanan hingga Pelosok Jateng dan Jabar
Pemerintah Luncurkan Tunas Kebijakan Baru Lindungi Anak di Dunia Digital
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?