By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Fenomena Hujan di Sore Hari, Ternyata Jateng Belum Masuk Musim Penghujan
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Fenomena Hujan di Sore Hari, Ternyata Jateng Belum Masuk Musim Penghujan

Last updated: 11 September 2024 06:11 06:11
Jatengdaily.com
Published: 11 September 2024 06:11
Share
Ilustrasi hujan. Foto: Pixabay.com
SHARE

SEMARANG (Jatengdaily.com)– Beberapa wilayah di Jawa Tengah mengalami cuaca ekstrem, hujan di sore hari setelah terik di siang hari. Apakah ini pertanda Jateng telah memasuki musim hujan?

Ternyata belum. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan setelah panas terik, dipengaruhi variabel cuaca. Kepala BMKG Jawa Tengah Sukasno membeberkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan kondisi tersebut.

Pertama, aktifnya gelombang atmosfer tipe Rossby Equatorial di wilayah Jawa. Kemudian, menghangatnya suhu muka air laut di wilayah laut Jawa bagian selatan, disertai dengan kelembapan udara per lapisan yang cenderung tinggi, berpotensi meningkatkan aktivitas pembentukan awan konvektif di wilayah Jawa Tengah.

Karenanya, hingga 12 September 2024, diperkirakan masih akan ada kondisi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jawa Tengah.

“Labilitas lokal kuat mendukung proses konvektif pada skala lokal, diamati di Jawa Tengah. Dalam dua hari ini diperkirakan masih ada potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin, kilat, dan angin kencang,” ujar Sukasno dilansir dari laman humas prov Jateng, Rabu (11/9/2024).

Setelah 12 September 2024, diperkirakan fenomena hujan pada sore hari setelah terik saat siang, akan mereda. Cuaca diperkirakan berjalan sebagaimana musim kemarau.

Sukasno mengatakan, Jawa Tengah diperkirakan memasuki musim hujan pada akhir September 2024. Wilayah Jateng bagian tengah, seperti Pekalongan Tengah, Banyumas Utara, akan berpeluang mengalami hujan lebih awal.

Sementara wilayah lain, akan memasuki musim hujan pada dasarian I, II, dan III Oktober 2024.

“Musim hujan belum kami rilis prakiraan masih akhir bulan September 2024, untuk awal musim hujan di Jateng bagian tengah. Untuk petani, kami sampaikan ini belum masuk musim hujan,” jelas Sukasno.

Oleh karenanya, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kenaikan temperatur, potensi kebakaran lahan dan hutan, serta waspada potensi cuaca ekstrem pada periode tiga hari ke depan.

Sukasno mengingatkan, warga terkait cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, puting beliung, pohon tumbang, dan sambaran petir, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi. she

You Might Also Like

Kecelakaan Beruntun di Exit Tol Bawen, Polisi Tetapkan Sopir Truk Sebagai Tersangka
Pencarian Korban Hilang Erupsi Semeru Dimaksimalkan
Dana Pensiun Telkom Raih Predikat Terbaik di Ajang ESG Award 2024
Buntut Pencopotan Kasat Reskrim Boyolali, Polda Jateng Selidiki Kasus Pelecehan Pelapor
Seluruh Pegawai Non-ASN di Kota Semarang Diusulkan menjadi PPPK Paruh Waktu
TAGGED:bmkgfenomena hujan sore hariJateng Belum Masuk Musim Penghujan
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?