Gen Z, Gig Economy dan Pengangguran

3 Min Read

Oleh: Dwi Asih Septi Wahyuni SST, MSi

Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Banyumas

 Gen Z atau Generasi Z merupakan generasi yang tumbuh di era digital dan lahir pada pertengahan 1990 hingga awal 2010.

Generasi ini dikenal dengan generasi yang multitasking karena terbiasa dengan teknologi dan perangkat pintar yang serba cepat dan beragam. Badan Pusat Statistik mencatat, sepertiga penduduk di Indonesia masuk kategori Gen Z yakni penduduk yang berusia 15 hingga 34 tahun.

Jumlah penduduk Indonesia berusia 15 hingga 34 tahun pada tahun 2024 mencapai 89,03 juta jiwa atau 32 persen dari total penduduk Indonesia yakni 281,6 juta jiwa.

 

Dominasi penduduk Gen Z di Indonesia tentunya menjadi tantangan tersendiri dimana pelaku ekonomi harus dapat beradaptasi dalam menyediakan lapangan pekerjaan terlebih pada era Gig Economy.

Gig Economi yakni kondisi dimana tren ekonomi individu lebih menyukai bekerja secara fleksibel atau freelance dibandingkan pekerjaan formal full time.

Badan Pusat Statistik melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilaksanakan bulan Februari 2024 mencatat 31 persen penduduk Gen Z bekerja paruh waktu (voluntary part time worker) dan 48 persen penduduk Gen Z berstatus setengah menganggur.

Setengah penganggur dan pekerja paruh waktu merupakan kategori pekerja tidak penuh yakni penduduk yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu).

Setengah penganggur adalah penduduk yang bekerja dibawah jam kerja normal dan masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan.

Adapun pekerja paruh waktu adalah penduduk yang bekerja dibawah jam kerja normal namun tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain.

Maraknya penduduk Gen Z yang memilih bekerja freelance dan work from anywhere menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi BPS dalam menangkap informasi dari responden terkait kegiatan/aktivitas yang dilakukan selama seminggu terakhir.

Seringkali responden masih berasumsi orang yang bekerja adalah mereka yang bekerja ke kantor. Informasi terkait pekerjaan yang ditekuni oleh Gen Z harus dapat diperoleh agar fenomena pengangguran di kalangan Gen Z dapat terjelaskan melalui data.

Beberapa pekerjaan yang diminati oleh penduduk Gen Z antara lain freelancer di bidang desain grafis, pengembangan web, product reviewer, content creator/influencer, coding, pengembangan aplikasi dan perangkat lunak, dsb.

Pekerjaan tersebut dapat dikerjakan dimana saja dan flexible dalam waktu pengerjaannya. Gen Z juga dapat menghasilkan uang dari pekerjaan yang ”tidak terlihat” ini bahkan melebihi gaji pekerja kantoran pada umumnya.

Pergeseran cara kerja generasi saat ini nantinya akan dapat mengubah struktur perekonomian yang awalnya sentra industri menjadi sentra jasa. Hal ini dapat dijadikan peluang baru bagi pelaku ekonomi dalam membuka usaha dan beradaptasi pada Gig Economy agar tidak tergerus dalam perilaku ekonomi saat ini. Jatengdaily.com-St

 

 

 

 

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.