By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Satgas Pangan Polri Monitor Serapan Susu Segar di Boyolali
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Satgas Pangan Polri Monitor Serapan Susu Segar di Boyolali

Last updated: 14 Desember 2024 06:46 06:46
Jatengdaily.com
Published: 14 Desember 2024 08:00
Share
Ilustrasi. Foto: pixabay.com
SHARE

BOYOLALI (Jatengdaily.com)- Satgas Pangan Polri melakukan monitoring keamanan, mutu dan penyerapan susu segar di wilayah Jawa Tengah seperti Boyolali dan di Jawa Timur, diantaranya di Blitar dan Pasuruan.

Hal ini merupakan respons dari ramainya aksi mandi susu dan membuang susu yang dilakukan oleh peternak sapi perah dan pengepul susu di Boyolali, Jawa Tengah. Aksi protes tersebut dilatarbelakangi pembatasan kuota di industri pengolahan susu (IPS) yang dinilai berkurang.

Oleh sebab itu, Satgas Pangan Polri bersama Kementerian Pertanian mengecek ke lokasi IPS yang tidak menyerap secara maksimal susu segar dari peternak/KUD dengan alasan kualitas di bawah standar.

“Padahal peternak/KUD merasa sudah menjaga kualitas sesuai standar (SOP) yang ditentukan dari perusahaan, agar mutu kualitas susu tetap baik dan diserap oleh IPS,” jelas Anggota Dittipideksus Bareskrim Polri, Kombes Piter Yanottama dalam keterangannya, Jumat (13/12/2024) dilansir dari laman PMJNews.

“Tapi sering ditolak saat mengirimkan susu atau dikurangi kuota kirimnya,” sambungnya.

Piter menjelaskan, temuan sejumlah perusahaan secara sepihak menolak penyerapan susu dengan alasan kualitas. Hal ini membuat kerugian besar bagi para peternak, di mana stok susu yang sudah rutin terkumpul setiap hari puluhan ton akan rusak dalam waktu 1 sampai 2 hari.

“Adanya perbedaan metodologi cek laboratorium kualitas susu antara IPS dengan pihak KUD atau peternak. Sehingga data atau angka hasil cek laboratorium masing-masing berbeda, dan oleh IPS dianggap tidak sesuai standar kualitas susu yang mereka tetapkan,” terangnya.

Dia kemudian mengingatkan perusahaan atau industri pengolahan susu tetap komitmen untuk menyerap susu dari peternak/KUD yang telah lolos uji lab sesuai kuota dalam nota kerja sama antara mereka.

“Jangan secara sepihak atau di tengah jalan, tiba-tiba pihak IPS menolak pengiriman susu atau mengurangi kuota sesuai MOU kerja sama dengan KUD,” tuturnya.

“Pihak peternak/KUD harus terus dan wajib menerapkan SOP untuk menjaga kualitas dan mutu susu, sehingga lolos uji laboratorium sesuai standar IPS,” imbuhnya. she

You Might Also Like

PSIS Gagal Curi Poin, Takluk 0-1 dari Bali United
Air Kembali Meluap, Jalur Kereta Api antara Stasiun Gubug – Stasiun Karangjati Grobogan Kembali Ditutup
Tinjau Harga Minyak Goreng Curah di Semarang, Wamendag: Di sini Dijual di Bawah HET
Wali Kota Agustina Wilujeng Pastikan Percepat Penanganan Banjir di Semarang
‘Kuliner Wisma SIG’ Lebih Modern dan Nyaman
TAGGED:Satgas Pangan Polri Monitor Serapan Susu Segar di Boyolali
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?