Diguyur Hujan, Ribuan Jamaah Tetap Antusias Ikuti Pengajian Umum Haul Agung Sultan Fattah

2 Min Read
KH Ahmad Muwafiq yang hadir mendekati tengah malam, sata menyampaikan mauidhoh hasanah tentang sejarah Sultan Fattah dan Walisanga menyebarkan ajaran Islam Pulau Jawa dengan damai meski budaya Hindu telah lebih dulu berkembang. Foto : sari jati

DEMAK (Jatengdaily.com)- Pengajian Umum Haul Agung Sultan Raden Fattah Al Akbar Sayyidin Panotogomo ke-522 sukses digelar Takmir Masjid Agung Demak, Sabtu (14/12/2024) malam. Meski berlangsung di bawah rinai hujan,  ribuan jamaah tetap antusias mengikuti.

Mereka bahkan semakin semangat mengikuti pembacaan Maulidurrasul Muhammad SAW bersama Majelis Dzikir Gandrung Nabi. Terlebih ketika Gus Zaman Assekhal turut hadir di tengah mereka.

Kegiatan gelaran Takmir Masjid Agung Demak itu dihadiri Bupati Demak dr Hj Eisti’anah SE berserta jajaran Forkompimda. Di samping pula Kepala Kantor Kemenag Demak Dr H Taufiqurrohman SAg MSi yang mendapatkan amanah membaca Manaqib Sultan Fattah. Serta Guru Besar UIN Semarang Prof Dr H Musahadi MAg.

Ketua Takmir Masjid Agung Demak KH Abdullah Syifa’ menyampaikan, pengajian umum yang digelar di halaman masjid peninggalan Sultan Fattah dan Walisanga itu adalah puncak acara peringatan Haul Agung Sultan Raden Fattah Al Akbar Sayyidin Panotogomo ke-522.

“Haul Agung Sultan Fattah ini diadakan untuk memuliakan Raja I Kesultanan Demak Bintoro beserta keluarga beliau. Dilaksanakan di kawasan Masjid Agung Demak karena bangunan bersejarah  ini merupakan cagar budaya nasional, sekaligus ikon wisata religi,” kata Abdullah Syifa’.

Sementara itu, Bupati Eisti’anah dalam sambutannya menyampaikan, Haul Agung Sultan Fattah merupakan kekuatan spiritual dalam mendukung pembangunan Kabupaten Demak. Karena tak hanya menggugah semangat dalam ibadah, namun juga menjadi spirit dalam memajukan daerah dan mensejahterakan rakyatnya.

“Sultan Fattah adalah sosok ulama yang Umara, pun Umara yang ulama. Karakter yang wajib menjadi teladan kita sebagai generasi penerus. Sehingga kejayaan Kesultanan Demak Bintoro sebagai kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa dapat diraih lagi,” kata Bupati Eisti’anah.

Sementara KH Ahmad Muwafiq dalam mauidhoh hasanahnya menyampaikan, NKRI yang terbentuk dari ratusan suku bangsa tak lepas dari sejarah Walisanga dan Sultan Fattah saat menyebarkan ajaran Islam di Pulau Jawa. Bahwa manusia tak bisa hidup sendiri, namun saling membutuhkan walau di tengah keberagaman. rie-she

0
Share This Article
Privacy Preferences
When you visit our website, it may store information through your browser from specific services, usually in form of cookies. Here you can change your privacy preferences. Please note that blocking some types of cookies may impact your experience on our website and the services we offer.