By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Jelang Waisak, Umat Buddha Melarung Ribuan Pelita
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Jelang Waisak, Umat Buddha Melarung Ribuan Pelita

Last updated: 11 Mei 2025 08:52 08:52
Jatengdaily.com
Published: 11 Mei 2025 08:52
Share
Ritual Larung Pelita Purnama Sidhi di Sungai Progo, Borobudur, Kabupaten Magelang. Foto: magelangkab.go.id
SHARE

MAGELANG (Jatengdaily.com)- Ratusan umat Buddha menggelar ritual Larung Pelita Purnama Sidhi di Sungai Progo, Borobudur, Kabupaten Magelang Sabtu (10/5/2025). Kegiatan ini merupakan simbol penerangan bagi semua makhluk dan permohonan doa untuk perdamaian dunia.

Ritual yang digelar Majelis Nyingma Monglam Indonesia (MUNI) diawali dengan doa bersama di Candi Pawon.

Prosesi kemudian dilanjut dengan kirab yang dikawal prajurit bregada menuju bantaran Sungai Progo di Desa Brojonalan, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Pada tahap pertama, umat Buddha melarung tiga gunungan dari anyaman daun kelapa. Kemudian disusul para umat melarung pelita kecil dari tempurung kelapa ke aliran Sungai Progo.

Umat Buddha percaya dengan melarung pelita purnama sidi karma baik akan terwujud khususnya untuk perdamaian dunia dalam rangkaian Borobudur Peace And Prosperity Festival di perayaan Hari Tri Suci Waisak 2025.

“Kita ada permohonan apa, kita larung agar permohonan kita dapat dikabulkan oleh Tuhan, para Buddha dan Bodhisatwa,” kata Ketua Umum Majelis Umat Nyingma Indonesia (MUNI) Lama Rama Santoso Liem dilansir dari laman magelangkab.go.id

Sebanyak 16.000 pelita harapan dilarung sebagai simbol penyucian batin, kesejahteraan, dan perdamaian dunia.

Sementara, Sungai Progo dipilih sebagai tempat larung pelita karena merupakan salah satu sungai yang mengalir deras hingga ke laut selatan pulau Jawa.

Adapun api yang digunakan untuk menyalakan pelita bersumber dari api abadi Mrapen Grobogan yang sudah disakralkan di Candi Mendut.

Saat melarung pelita umat melantunkan mantra Patita Suci agar permohonan dan harapan dikabulkan menjelang hari suci Waisak. ”Sangat luar biasa, lighting-nya keren, khidmat, dan penuh harapan,” ujar salah satu peserta, Indah Puji Kristanti. she

 

You Might Also Like

Pesan Atikoh Ganjar di Jateng Anniversary Run: Hidup Sehat, Produktivitas Tinggi
Jelang Nataru, Ketersediaan Pangan di Kota Pekalongan Aman
Tingkatkan Kemampuan Digital Pelajar, Telkom Gelar Program Pelatihan dan Sertifikasi
TikTok Shop Resmi Ditutup Sore Ini, Puluhan Juta Pengguna Bakal Kehilangan Cuan
Serahkan Bantuan, Presiden Minta Perawatan Legenda Pebulutangkis Verawaty Terjamin
TAGGED:Jelang WaisakUmat Buddha Melarung Ribuan Pelita
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?