By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Reading: Umat Buddha Gelar Ritual Pensakralan Air Suci Waisak di Candi Mendut
Share
Font ResizerAa
  • Read History
  • Entertainment
  • Entertainment
  • Entertainment
Search
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Politik
  • News
  • Olahraga
  • Jeda
    • Kuliner
    • Seni Budaya
    • Wisata
  • Sorot
    • Figur
    • Gagasan
    • Tausiyah
  • Entertainment
  • Foto
Have an existing account? Sign In
Follow US
News

Umat Buddha Gelar Ritual Pensakralan Air Suci Waisak di Candi Mendut

Last updated: 12 Mei 2025 08:22 08:22
Jatengdaily.com
Published: 12 Mei 2025 08:22
Share
Pensakralan Air Suci Waisak di Candi Mendut. Foto: magelangkab.go.id
SHARE

MAGELANG (Jatengdaily.com)- Umat Buddha dari berbagai Sangha Walubi menggelar ritual pensakralan air suci Waisak di altar Candi Mendut Kabupaten Magelang, Minggu (11/5/2025).

Air Suci Waisak yang diambil dari Umbul Jumprit Temanggung tiba di Candi Mendut sekitar pukul 15.25 WIB. Air dalam wadah kendi tanah liat itu kemudian disemayamkan di altar Candi Mendut melalui ritual puja bakti.

Doa dilakukan oleh masing-masing majelis yang dipimpin bhikkhu masing masing Sangha.

Rohaniawan Buddha Biksu Wongsin Labhiko Mahathera mengatakan air merupakan sumber hidup yang sekaligus sebagai sarana mensucikan dan memberi kesejukan yang dibutuhkan semua mahluk. “Tanpa air, semua makhluk tidak bisa hidup di dunia ini,” kata Biksu Wongsin.

Dikatakan Wongsin, air berkah itu menjadi simbol membersihkan lahir bathin umat agar terhindar dari buruk sangka dan karma buruk.

Ditambahkan Wongsin, seperti Api Dharma dari Mrapeng Grobogan, keberadaan Air suci juga menjadi sarana puja detik-detik Waisak di Candi Borobudur, Senin (12/5/2025).

Bagi umat Buddha, lanjut Wongsin, dua sarana puja itu berasal dari tempat yang dianggap sakral dan sakti. ”Maka setelah didoakan akan diberikan untuk blessing (dipercikan) ke seluruh umat,” ungkapnya dilansir dari laman magelangkab.go.id.

Salah satu umat Buddha, Atrina mengaku setiap tahun ikut perayaan Waisak di Candi Borobudur.

Ia datang bersama rombongan umat Buddha dari Vihara Jembrana Bali. Baginya, dengan mengikuti puja bakti dan mendapat percikan air suci Waisak memberi energi positif dalam menjalani aktivitas. “Rasanya dipercikan air itu ada kebahagiaan tersendiri, lebih bersinar, mendapat keberkahan,” kata dia. she

You Might Also Like

Swasembada Dipercepat, Indonesia Tidak Lagi Impor Beras
Uji Coba Internal, PSIS Poles Fisik Pemain
FK Unissula Sumpah 148 Dokter Baru
Vaksin AstraZeneca Dihentikan, Vaksin Merah Putih Diuji
Dekan FH Unissula Sebut Sekolah Jurnalistik Bersama PWI Jateng Beri Dampak Positif bagi Lulusan
TAGGED:Candi MendutPensakralan Air Suci Waisak
Share This Article
Facebook Email Print
© Jateng Daily. Sejak 2019. All Rights Reserved.
Go to mobile version
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?