SEMARANG (Jatengdaily.com) – Penanggung jawab/Koordinator Tim Kesehatan Badan Pengembangan SDM Daerah Provinsi Jawa Tengah dr Liza Suryani, Minggu (26/1) mengatakan, di era globalisasi saat ini mobilitas manusia sangat tinggi. Pertemuan dengan banyak orang dari banyak negara sangat mudah.
“Jadi sangat dimungkinkan virus Corona dari Tiongkok bisa sampai di Semarang, sekalipun kita sama-sama berdoa, semoga jangan sampai terjadi,” tegas dr Liza, Minggu (26/1).
Ia mengatakan tindakan preventif agar masyarakat tidak mudah terkena penyakit Corona, maka perlu menjaga stamina agar tetap terus prima dan perlu menjaga cukup kekebalan tubuh dengan vitamin dan asupan makanan yang cukup.
“Corona virus menyerang orang-orang dengan kekebalan tubuh yang turun karena orang usia tua,” katanya.
Dokter Liza juga.mengingatkan agar kita bisa.menjaga diri, menghindari kontak dengan orang-orang yang mengalami batuk pilek, sakit paru-paru basah yang terjadi akut.
Lalu, Ia juga mengingatkan agar senantiasa menjaga kesehatan dengan mengonsumsi air minum cukup, sehingga suhu tubuh terus terjaga dan tetap segar.
“Hindari bahan makanan yang tidak biasanya dan hindari extreme food, apa pun itu, karena belum ada bukti aman,” ucapnya.
Dia menilai, penderita penyakit Corona yang diduga disebabkan oleh makanan ekstrem seperti satwa jenis kelelawar atau ular mungkin saja bisa menimpa warga Semarang khususnya, dan warga Jawa Tengah atau warga Indonesia umumnya.
Sebab selain karena sekarang ini sangat mudah orang bepergian dan datang dari luar negeri, khusus dari Wuhan Tiongkok yang diduga menjadi penyebab menyebarnya virus Corona dan sempat.memakan korban jiwa.
“Semoga, kita bisa senantiasa membantu masyarakat lebih waspada dan juga bisa jaga kesehatan diri dan keluarga,” pinta dr Liza Suryani. Ugl–st


