SEMARANG (Jatengdaily.com)- Akhmad Zikri, mahasiswa doktoral jurusan Teknik Mesin, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang berhasil merampungkan disertasi doktoralnya sekitar 2,5 tahun atau lebih cepat dari target semula.
Dalam temuan karyanya, dia bisa mengembangkan teknologi siphonic untuk mengendalikan genangan banjir di kawasan gedung dan perkantoran. Prodak tersebut bisa terkoneksi dengan teknologi penampungan air hujan. Sehingga air hujan bisa dimanfaatkan untuk menyemprot tanaman, membersihkan toilet dan sebagainya.
Dalam pemaparannya Zikri menyatakan siphonic yang ia kembangkan mayoritas bahan bakunya dari material lokal. Dengan
memakai siphonic yang sudah ia kembangkan, nantinya ikut berkontribusi mengurangi bencana banjir di kawasan perkantoran maupun gedung-gedung bertingkat
“Ini sudah teraplikasi pada bangunan besar dan bangunan mahal. Dengan teknologi ini bisa dimanfaatkan ke tempat manapun,” kata Zikri saat memaparkan di hadapan para promotor di Gedung Departemen Teknik Undip Kecamatan Tembalang Semarang, Jumat (22/8/2025).
Untuk mengurangi ketergantungan pada barang impor hal yang sangat mutlak yang perlu dilakukan saat ini. Sebab itulah saat mengembangkan sistem siphonic, ia berkomitmen mendukung kemandirian bagi bangsa Indonesia.
“Ini awal baru bagi bangsa kita agar tidak tergantung pada barang impor. Kita bisa menjadi negara yang mandiri,” ungkap dia yang juga Direktur Siphonic Flow Mandiri.
Promotor disertasi Zikri, Ojo Kurdi, ST MT PhD mengapresiasi capaian dari mahasiswanya. Namun, ia inginya mengoperasikan siphonic dengan teknologi terbaru apakah bisa mengurangi ketergantungan pada produk impor atau tidak.
“Ini cukup membanggakan karena jadi produk teknik mesin yang dibuat di sini. Kita dapat mengurangi ketergantungan pada produk luar negeri,” jelasnya.
Co-Promotor Program Doktoral Teknik Mesin Undip, Rusnaldy, ST MT PhD menyatakan dari materi disertasinya, Zikri juga menunjukkan ketelitian dan ketepatan data yang cukup komplit.
“Kami sebagai promotor cukup bangga. Karena produk siphonic ini lebih unggul dengan harga terjangkau ketimbang produk impor,” ujarnya.
Co-Promotor lainnya Syaiful, ST MT PhD mengaku juga mendukung pengembangan teknologi siphonic untuk penanganan banjir. Terutama kota-kota yang sering banjir.
“Seperti Semarang Jakarta Surabaya. Tetapi struktur geologi tanah perlu dikaji,” tutup Syaiful. adri-she

